Peralatan Perekaman KTP Rusak, Warga Sukasari “Lieur”

SUMEDANG, (KAPOL).- Peralatan perekaman KTP Elektronik di Kecamatan Sukasari, Kab. Sumedang kondisinya rusak dan itu menghambat pelayanan.

Rusaknya peralatan tersebut telah berlangsung cukup lama dan tampaknya tak ada upaya perbaikan.

Dibenarkan, Camat Sukasari Dase Suheryana kepada” KAPOL”, Selasa (12/2/2019).

Menurut Dase, pihaknya sudah menyampaikan persoalan tersebut ke Disdukcapil.

Namun, pelayanan peneriban KTP pun hingga saat ini belum bisa berjalan optimal akibat masalah itu.

Ia mengaku sering dipertanyakan oleh para kepala desa terkait permasalahan itu.

“Peralatan tersebut rusak sudah sejak pertengahan 2018 dan sampai sekarang tak bisa dimanfaatkan. Solusinya, sebagian warga melakukan perekaman ke Kec. Tanjungsari, itu pun bagi yang kebutuhannya mendesak,” ujarnya.

Menyikapi itu, Camat Sukasari mengaku segera melakukan pendataan dan perekaman secara langsung ke desa dan akan meminjam peralatan ke Disdukcapil.

Ia mengaku iba, melihat warga yang membutuhkan bukti kependudukan namun setelah tiba ke kantor kecamatan peralatannya rusak dan tak bisa dilayani dengan baik.

“Sudah jelas, jarak tempuh warga ke kecamatan cukup jauh, ya memang kasian saja. Solusinya, tadi saya sampaikan dalam rapat mingguan para kades, bahwa akan mengusahakan penerbitan KTP di kantor desa,” ucapnya.

Surat penyampaian kondisi tersebut, sudah disampaikan ke dinas terkait.

Semoga, segera ada perhatian dari dinas tersebut dan pihaknya siap jemput bola ke lapangan membantu.

Hal senada, disampaikan Ketua Apdesi Kec. Sukasari, yang juga Kades Sukarapih, Setiawan Saputra yang mengaku kecewa terhadap pelayanan KTP.

“Selalu dibahas di acara rapat mingguan, tapi masalah ini tak kunjung ada solusi,” ujarnya.

Tolonglah, pelayanan dasar ini diperhatikan lebih serius agar warga tak kelimpungan mengurus masalah KTP.

“Bayangkan saja, wilayah Sukasari ada di pegunungan, dan jarak tempuh warga ke kantor kecamatan itu cukup jauh. Itu, seharusnya menjadi prioritas,” ujarnya.

Semoga menjadi perhatian pemda dan segera mencari solusi terbaik.

“Dulu, rutin ada pembuatan KTP di desa dan diharapkan hal serupa kembali dilaksanakan,” ucapnya.

Terpantau, sejumlah pemohon KTP ke kantor Kec. Sukasari hanya melakukan pemotretan saja.

Sementara, perekaman tetap terhambat akibat peralatannya rusak dan sinyal tak bagus.

“Uih deui, tadi abdi mung di foto hungkul. Saurna alatna reksak, lieur oge,” kata Hoer (43) warga Desa Sukarapih.

Ia mengaku sudah beberapa kali ke kantor kecamatan dan dulu pernah di foto, tapi KTP pun tak kunjung terbit.

“Sekarang, pemotretan ulang dan berharap KTP bisa segera terbit,” ucap Hoer. (Devi S)***