Perbaikan Drainase, Banjir Jalan Bandung-Garut Tinggal Kenangan?

SUMEDANG, (KAPOL).- Upaya perbaikan drainase di sepanjang Jalan Bandung – Garut dan sebaliknya, ditenggarai mampu menekan banjir langganan di kawasan tersebut.

Terpantau, sejumlah pekerja termasuk alat berat mulai beroperasi disana yang diantaranya menambah volume drainase.

“Ini akan menekan banjir, semoga bisa menyelesaikan banjir langganan disetiap musim hujan. Jika hujan, disana banjir yang juga berujung terjadi kemacetan lalu lintas,” kata warga Desa Mangunarga, Kec. Cimanggung Yusi (39).

Menurutnya, jika sedari dulu ada solusi tersebut, dipastikan tak akan ada banjir yang berujung membuat warga sekitarnya ikut terganggu.

Ia berharap, melalui perbaikan itu nantinya ada kesan “banjir kahatex tinggal kenangan”.

Sementara, Kabag Umum PT Kahatex Luddy Sutedja mengaku ikut berkontribusi membantu pemerintah dalam mengatasi masalah banjir langganan di Jalan Raya Bandung-Garut, termasuk di depan pabrik terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

“Dengan upayanya itu, sehingga musim hujan saat ini tak terjadi lagi banjir,” ucapnya.

Dikatakan, perusahaannya ikut membantu mengatasi banjir dengan memperlebar selokan yang ada di kawasan pabrik.

Hal itu dilakukan, dari lebar asal hanya 1,5 meter dilebarkan menjadi 7 meter. Bahkan saat ini, kata dia, kembali dilebarkan menjadi 9 meter.

“Selokan tersebut, sekalian dikeruk dan diluruskan alurnya sehingga airnya mengalir lancar, terutama ketika musim hujan. Jembatan di sekitar pabrik pun akan ditinggikan,” tuturnya.

Menurut dia, semua pengerjaan di dalam area perusahaan kami ini, disesuaikan dengan kontruksi Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Total biayanya mencapai sekitar Rp 8 miliar.

Solusi lainnya, kata Luddy, lahan PT Kahatex di wilayah Rancaekek, Kab. Bandung seluas 3,7 hektare, digunakan pemerintah untuk keperluan penanganan banjir. Meski lahannya sudah dipakai, hingga kini belum ada proses ganti rugi.

“Penanganan masalah banjir, mendapat perhatian langsung dari Wapres Jusuf Kalla. Saya sudah beberapa dipanggil Pak Jusuf Kalla termasuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, memberikan arahan supaya PT Kahatex membantu menangani masalah banjir tersebut.

“Apa yang disarankan Wapres Jusuf Kalla dan pak menteri, saya laksanakan. Ini sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian kami berkontribusi menangani banjir di Jalan Raya Bandung-Garut,” katanya.

Menurutnya, keseriusan dan kepedulian PT Kahatex tersebut, karena perusahaan tekstil itu pun terkena imbas banjir.

Akibat banjir sebelumnya, kendaraan yang mengangkut hasil produksi, tak bisa berangkat hingga pengiriman barangnya terlambat.

Jika banjir, proses produksi dan order dari para buyers, tetap jalan.
Namun, kata dia, pengiriman barangnya jadi delay (terlambat).

“Kami juga terkena dampak banjir, sehingga kami pun ikut membantu mengatasinya,” ujar Luddy. (Azis Abdullah)***

Komentari