Perkara Soal USBN, Disdik Garut Dinilai Gegabah

GARUT, (KAPOL).- Soal dalam ujian akhir sekolah berstandar nasional (USBN) tingkat SMP di Garut yang isinya dianggap mendiskreditkan salah satu ormas Islam, Banser NU, kini mengemuka.

Wakil Sekretaris 1 NU Garut Bidang Organisasi, Dr. Hilman Umar Basori menilai, dengan kejadian tersebut, maka Disdik Garut tidak teliti, gegabah dan tidak profesional.

Oleh karena itu, pihaknya sudah mengajukan surat keberatan kepada komisi D DPRD, dan ingin melakukan audensi.

“Terus terang saja dengan adanya soal tersebut, kami nilai Disdik Garut tidak profesional, dan sangat merugikan,” ujar Hilman kepada wartawan di kantor LP Ma’arif, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Rabu (10/4).

Sebagaimana diketahui, soal yang dianggap mendiskreditkan Banser dan Nahdlatul Ulama itu terdapat di soal USBN kurikulum 2006, dan beredar melalui pesan berantai di aplikasi WhatsApp (WA).

Soal tersebut, membahas persoalan pembakaran bendera yang merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang dilakukan oknum Banser saat gelaran Hari Santri Nasional (HSN) di Kecamatan Limbangan.

Namun setelah diteliti ternyata soal dan jawabannya mendiskriditkan Banser, NU.

Soal tersebut dikecam keras oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut.

Mereka menyayangkan soal tersebut tak disaring Dinas Pendidikan.

“Saya melihat kesalahan yang sangat fatal dilakukan oleh Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada tahun tahun sebelumnya Disdik Garut juga telah melakukan blunder, pertama dengan pihak RSUD dr, Slamet Garut, dan Taman Satwa Cikembulan Kadungora.

“Atas kejadian itu, kami menilai Disdik tidak ada efek jera, tidak ada kehati hatian, dan tidak profesional. Tiga kali kesalahan dalam hal yang sama. itu kan keterlaluan,” kata Dr. Hilman Umar Basori. (Dindin Herdiana)***

Diskusikan di Facebook