Perkuat Empat Pilar Kebangsaan Hingga ke Pelosok

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Empat pilar kebangsaan bangsa indonesia yakni, Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), harus terus disegarkan di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan kepada masyarakat yang tinggal di pelosok wilayah dan jauh dari hingar bingar ibu kota.

Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi hingga ke tingkat terbawah yakni masyarakat yang berada di pelosok desa.

Hal ini pula yang dilakukan oleh anggota DPR MPR RI, Drs. H. Ahmad Zacky Siradj dengan menyambangi dan berdialog bersama masyarakat dari kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (13/9/2018).

Kegiatan yang dilakukan di Aula Desa Pusparahayu ini dihadiri sedikitnya oleh tokoh masyarakat dari 8 desa.

“Selaku anggota DPR MPR RI saya ditugaskan untuk memberikan sosialisasi yang disebut 4 pilar kebangsaan. Sosialisasi ini bukan berarti Bapak ibu tidak paham, tapi mari kita menyegarkan kembali nilai-nilai kebangsaan,” jelas Ahmad Zacky.

Dikatakan dia, dalam sidang BPUPKI dirumuskan nilai-nilai dasar pancasila. 1 Juni mengusulkan Pancasila, lantas 22 Juli usulan ini disempurnakan apa yang disebut Pancasila versi Piagam jakarta. 18 Agustus Pancasila ini diperbaiki kembali dimana ketuhanan yang 7 kata diganti dengan ketuhanan Yang Maha Esa. Dimana menurut Bung Hatta, Ketuhanan YME ini bagi umat islam adalah Tauhid. Yang tercantum dalam alinea 4 pembukaan UUD 1945, Pancasila yang konstitusional.

Ia menambahkan, kita sekarang ini memikirkan apa yang disebut filosopi groundslah.

Dimana diturunkan kepada ketentuan-ketentuan/norma-norma yang harus menjadi pegangan bangsa Indonesia itulah yang disebut konstritusi atau bahasa kita UUD 45. Jadi UUD tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.

“Kalau bicara masalah peraturan, kita seperti lewat di lampu merah, kenapa mau diatur oleh lampu merah? Adalah ada jaminan keselamatan bagi kita, bukan sekerdar taat pada peraturan, tapi disitu ada keselamatan. Kalau tidak taat pada aturan maka Negara dan bangsa ini akan terjadi kecelakaan,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Puspahiang, Suryana mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi sekali bisa bertemu dengan anggota DPR RI.

Pihaknya pun menyampaikan keluhan-kesah diantaranya persoalan infrastruktur jalan di Kecamatan Puspahiang yang masih banyak rusak. Sehingga ia meminta peran serta dari anggota DPR MPR RI untuk bisa menjembatani persoalan warga yang telah menahun tersebut.

“Selain jalan juga fasilitas kesehatan Pustu yang memprihatinkan. Kami memohon agar usulan kami dapat disampaikan kepada pihak-pihak terkait agar di tahun 2019 terealisasi,” ujarnya. (Aris Mohamad F)***

Komentari