Perupa Tasikmalaya Merespon Ruang Selasar GKKT

image

TAWANG, (KAPOL).-
Sejumlah orang mencoreti dinding dan lantai di selasar Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Minggu siang (13/9/15). Bukan coretan biasa, jauh dari vandalisme. Sebuah karya seni rupa yang dinilai berbeda dari biasa.

Salahseorang pelukis Tasikmalaya Yusa Widiana menuturkan, karya seni rupa yang dibuatnya saat ini, jelas berbeda dengan vandalisme, terlebih mereka menggambar dengan didasari konsep dan estetika.

“Kita merespon ruang hingga menjadi beda, selebihnya desain interior di GKKT akan menjadi lebih artistik ketimbang sebelumnya.” tutur Yusa.

Yusa menambahkan, lukisan dan seni terapan yang ada di GKKT saat ini diharapkan bisa memotivasi para kaum muda yang biasa melakukan aksi vandalisme untuk lebih mengarahkan aksinya kepada hal yang lebih indah dan positif.

Para pelukis yang tergabung dalam komunitas “Managemen Pinggiran (MP),” di antaranya, Yusa Widiana, Aprudin Ahmad, Aten Warus, Lilis Rohali, Leo Si Penatap Bulan, Suherman Muksin, Soni Mandriana, Aji Juansyah, Edi Martoyo, dan Yudi Carmed, sengaja menyulap ruang lobby GKKT menjadi fantastis, karena akan menghadapi agenda “Kibar Budaya” episode 10 yaitu pameran seni rupa “Merespon Ruang” yang akan dibuka besok malam, Senin (14/9/15) pukul 19.00 WIB di GKKT. (ERBE)

Komentari