Perusuh Pemilu Tembak di Tempat

MANGUNREJA, (KAPOL).-Kepolisian Polres Tasikmalaya bakal menembak di tempat siapapun yang melakukan kerusuhan dan menganggu jalannya pencoblosan saat pemilu berlangsung pada 17 April mendatang. Nantinya petugas kepolisian akan berjaga di tempat pemungutan suara (TPS) dengan jarak 20 meter dari lokasi, sesuai dengan perintah Kapolri. 

“Jika mengancam keselamatan masyarakat, jelas sesuai intruksi dari pimpinan kita akan tembak di tempat. Siapapun itu tanpa pengecualian,” tegas Kapolres Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Eka Putra, setelah memimpin Apel Pergeseran Pasukan Ops Mantap Brata Lodaya 2019, Senin (15/4/2019).

Saat disinggung soal tingkat kerawanan, Dony menambahkan, semua titik mempunyai potensi kerawanan yang berbeda. Ia menegaskan, petugas kepolisian akan melaksanakan pengamanan dengan baik dan saat ini pihaknya tengah fokus pada pengamanan di masa hari tenang.

“Saat ini kita fokus pada pengamanan kampanye terselubung atau kegiatan yang mengarahkan pada salah satu calon. Tapi kami tegaskan lagi, kita akan tembak di tempat jika ada pengurus yang mengancam jiwa masyarakat,” ungkap Dony.

Polres Tasikmalaya menerjunkan sedikitnya 577 personel kepolisian, 69 personel TNI kesatuan Zipur, dan 38 Anggota Brimob Polda Jawa Barat (Jabar) dalam pengamanan jalannya pemilu. Petugas gabungan itu akan disebar di 3.608 TPS. Dony berharap tim gabungan yang dikerahkan dapat menjaga pemilu agar berjalan dengan aman.

“Kita di back up oleh TNI dan Brimob Polda Jabar. Mudah mudahan berjalan dengan lancar dan aman,” tegas Dony. (Aris Mohamad F)***