IKLAN
LINIMASA

Petani di Garut Mengeluh, Harga Bonteng Anjlok

foto : pikiran rakyat

GARUT, (KAPOL).- Komoditi sayuran yang harganya mengalami penurunan yang tajam diantaranya bonteng (mentimun).

Pantauan, harga bonteng dibeli bandar dari petani hanya Rp 300 per Kg. Padahal, sepuluh hari sebelumnya harga bonteng mencapai Rp 3.000 per Kg.

“Parah pisan, dipeaer ku bandar tingawitan Rp 3.000, teras Rp 700 ayeuna mung Rp 300 sakilona. Teu acan sasasih pangaos robihna teh, ngagejlig pisan,” kata Rizaludin salah seorang petani di Kampung Desa Jati, Kec. Tarogong Kaler, Selasa (14/11/2017).

Bahkan, menurut petani lainnya harga sayuran belakangan ini tidak stabil, karena harganya turun naik.

Selain itu, seiring dengan intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Garut, banyak pula tanaman cabai dan tomat serta jenis sayuran lainnya yang busuk.

Hal itu membuat para petani di sejumlah sentra pertanian merugi.

Sulaeman (49) salah seorang pemilik kebun cabai di Kec. Samarang menuturkan, ia terpaksa memanen lebih awal tomat dikebunnya karena banyak di antaranya tomat yang busuk.

“Dari hasil panen sekitar 100 Kg dan 30 Kg tomat diantaranya busuk,” ujarnya.

Tak hanya tomat, cabai pun, sama-sama banyak yang busuk, karena terserang berbagai penyakit seperti patek.

“Pami di etang mah tinu satangkal ampir satengahna buruk, ah teu ka ala pisan mubah, nya dianteup weh,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, membuat petani merugi karena modal yang harus dikeluarkan lebih besar.

Salah satunya untuk membeli lebih banyak pestisida, karena dimusim hujan ini terkadang semprotan obat terbawa lagi arus air hujan.

“Anu biasana sakali bisa wae janteun dua kali da kacandak ku cai hujan,” ucapnya.

Petani lainnya, Ade Kodir (65) menuturkan, setiap dua hari tanaman cabai di kebunnya harus disiram pestisida.

Jika dibiarkan, maka serangan penyakit patek akan meluas ke kebun cabai.

Ia memperkirakan, jika rutin turun hujan dipastikan kerugiannya akan semakin besar.

“Sanes tomat, cabe, sareng bonteng wae. Pokona mah, upami hujan teras-terasan mah, sayuran bakal babarian buruk, nu ahirna teu ka ical, rugel weh,” kata petani. (Dindin Herdiana)***

 

Komentari

IKLAN
IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih Penanggungjawab: AS Wibowo
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top