Petugas Linmas Mayoritas Lansia

CIAMIS, (KAPOL).- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis tidak menyangkal mayoritas petugas pertahanan sipil (Hansip) atau kini disebut pelindung masyarakat (Linmas) di Kabupaten Ciamis kebanyakan sudah lanjut usia.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Ciamis, Dedi Iwa Saputra menyebut sat ini diperlukan kaderisasi baru petugas Hansip/ Linmas yang ada di setiap desa. Satpol PP kata dia, diamanati tugas sebagai pembina Hansip/ Linmas.

“Dan saat ini Satpol PP sudah menyusun serangkaian program pembinaan bagi petugas Hansip/ Linmas, termasuk program kaderisasi Hansip/ Linmas. Kita mengikutsertakan sebagian anggota Hansip/ Linmas dalam program pelatihan yang nanti kita akan digelar sebagai upaya pembinaaan dan kaderisasi hansip muda,” katanya.

Menurut Dedi, pada kegiatan program pembinaan nanti, setiap petugas Hansip/ Linmas akan dibekali pengetahuan tentang ketertiban dan keamanan, sekaligus mendapat pelatihan keterampilan dalam mengatasi bencana.

“Kita berharap masyarakat mengapresiasi peran dan kerja petugas Hansip/ Linmas. Apalagi kesejahteraan hanya mengandalkan honorarium dari pemerintah desa. Sebab dalam Permendagri No 84 tahun 2014 disebutkan bahwa Linmas adalah organisasi yang dibentuk oleh pemerintah desa yang beranggotakan warga,” ucapnya.

Salahseorang petugas anggota Linmas di Desa Kertahayu Amir Rasdin (76), mengaku masih bersedia menjadi petugas Hansip bila dibutuhkan. Baginya, menjadi Hansip bukan jadi tujuan pekerjaan, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada negara.

Dia mengaku ingin mengabdi kepada negara dengan menjadi Hansip. “Namun kami juga mendukung ada program kaderisasi agar generasi penerus merasa bangga dengan menjadi Hansip,” ujarnya. (Jujang)*** 

Komentari