PHK, Serikat Pekerja Perjuangkan Pesangon

TASIKMALAYA, (KAPOL).-Sebanyak 156 pekerja di salah satu perusahaan PT. TJ di wilayah Kawalu Kota Tasikmalaya mendapatkan PHK.Salah satu alasan perusahaan terus merugi dalam dua tahun terakhir dan imbas dari nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Serikat buruh pun mengupayakan pesangon dapat diterima pekerja sesuai dengan aturan berlaku.

“Kita memperjuangkan agar pekerja mendapatkan hak-haknya. Sejauh ini baru pertemuan bipartid antara pengusaha dengan pekerja. Perusahaan menyanggupi membayar pesangon dicicil selama 18 kali, kami berharap tidak selama itu,” ujar Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota Tasikmalaya, Yuhendra Effendi, Selasa (6/11/2018).

Ia mengatakan, pekerja rata-rata melalui 4-15 tahun masa kerja. Besaran pesangon tergantung dari lama kerja.

“Perekonomian memang sedang sulit, dan beberapa rekan di kota lain juga serupa. Makanya kita juga memberikan syarat dalam pengusulan UMK (Upah minimum kota) tahun 2019 ,” katanya.

Kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah 5 Tasikmalaya, Pantjawidi mengatakan mendapat informasi terkait dengan PHK dari kuasa hukum perusahaan tersebut. Tim khusus pengawasan sudah turun untuk melakukan pengecekan langsung dan tengah disusun untuk tindaklanjut dari kejadian tersebut.

“PHK itu sebenarnya bukan di ranah kewenangan kita. Namun ada norma yakni hak karyawan yang belum didapatkan salah satunya pesangon. Itu yang sedang kita analisa dari hasil pengecekan ke lapangan, nanti hasilnya berupa nota kepada perusahaan. Kalau persoalan PHK apakah sepihak atau tidak, itu ranah di bidang hubungan industrial dinas terkait,” ujarnya. (Inu Bukhari)***

Komentari