“Pikiran Rakyat” Raih Silver IYRA 2018

Kabar Priangan dan Kabar Cirebon Lolos Verifikasi

PADANG, (KAPOL).-
Harian Umum Pikiran Rakyat edisi 15 Agustus 2017 meraih penghargaan bergengsi Silver Winner The Best of Java Newspaper untuk kategori desain rubrik anak muda surat kabar se-Indonesia (IYRA) 2018.

“PR” edisi 30 September 2017 juga menuai penghargaan Bronze Winner The Best of Java Newspaper untuk kategori sampul muka koran harian (IPMA) 2018.

Prestasi tersebut ditorehkan pada Malam Penghargaan Media Cetak Nasional Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Padang, Sumatra Barat, Rabu (7/8/2018).

Acara dihadiri Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat Dahlan Iskan, Wali Kota Padang Mahyaldi Ansyarullah, Ketua Dewan Pers Yosef Adi Prasetyo, Direktur Asosiasi Surat Kabar Dunia (WAN-IFRA) Asia Pasifik Gilles Demptos, Ketua SPS cabang seluruh Indonesia, pimpinan media cetak nasional, dan lain-lain.

Prestasi HU Pikiran Rakyat diikuti oleh dua media cetak lokal di bawah naungan Pikiran Rakyat Group, yakni Kabar Priangan dan Kabar Cirebon yang lolos dalam verifikasi yang dilakukan Dewan Pers. Sertifikat tanda verifikasi diberikan oleh Yosef Adi Prasetyo kepada penanggung jawab kedua media — yang diwakili Ketua SPS Jawa Barat Erwin Kustiman — bersama 40 media cetak nasional lainnya yang lolos verifikasi tahap ini.
kabar Cirebon dan Kabar Priangan mengikuti HU Pikiran Rakyat yang sebelumnya menjadi satu-satunya media cetak di Jawa Barat yang sudah terverifikasi Dewan Pers. Verifikasi dilakukan oleh Dewan Pers sedangkan SPS cabang menjadi verifikator kelengkapan administratif di tingkat daerah/provinsi.

Meningkat
Sementara itu, Indonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia inhouse Magazine Awards (InMA), Indonesia Students Print Media Awards (ISPRIMA), dan Indonesia Young Readers Awards (IYRA) 2018 menjadi upaya SPS untuk terus mendorong media cetak di semua segmen untuk mengedepankan kreativitas.
IPMA merupakan forum tahunan kompetisi sampul muka (cover) media cetak nasional (majalah, tabloid, dan suratkabar harian).

Sementara InMA adalah apresiasi atas kinerja pengelola inhouse magazine baik versi cetak maupun digital. IYRA merupakan arena kompetisi tahunan desain rubrik anak muda pada suratkabar harian. Adapun ISPRIMA adalah kompetisi sampul muka majalah pers mahasiswa.

“Penyelenggaraan IPMA, InMA, IYRA, dan ISPRIMA dari tahun ke tahun terus menyedot perhatian penerbit media cetak maupun korporasi dan organisasi non-media cetak,” ungkap Direktur Eksekutif SPS Asmono Wikan.

Tahun ini, kata dia, IPMA diikuti oleh 363 cover suratkabar, tabloid, dan majalah komersial. Sementara IYRA mendatangkan 118 entri rubrik anak muda suratkabar harian. Selanjutnya INMA menarik minat 189 entri cover majalah internal perusahaan, lembaga negara, dan kementerian.

“Adapun ISPRIMA diikuti oleh sekitar 70 entri cover pers mahasiswa dari seluruh Indonesia,” katanya.
Juri terdiri atas Asmono Wikan, Nina Armando, Danu Kusworo, Ika Sastrosoebroto, Meiliana, Mas Sulistyo, Ndang Sutisna, dan Oscar Motulloh.

Gilles Demptos dalam sambutannya menyampaikan halangan utama media cetak mencapai keberhasilan dalam era yang terus berubah adalah keengganan berkreativitas.

“Tanpa inovasi, kreativitas, dan terus berbenah, media akan sulit bertahan dalam situasi yang kian tidak pasti,” kata Demptos.

Strategi untuk terus memikirkan model bisnis platform digital juga menjadi hal yang penting. “Pemasaran konten media salah satu kunci yang seharusnya terus dikembangkan media, ” ujarnya. (Erwin Kustiman)***