Prajurit TNI dari Garut, Berangkat ke Perbatasan Indonesia-Malaysia

CIKAJANG, (KAPOL).- Untuk menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebanyak 450 prajurit TNI Yonif Raider 303/SSM Kostrad, Kabupaten Garut, diberangkatkan ke daerah perbatasan Indonesia-Malaysia tepatnya di wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Keberangkatan mereka dilepas secara resmi melalui upacara yang dilaksanakan di lapangan Markas Yonif 303/SSM Cibuluh, Jumat (14/6/2019).

Bertindak selaku pemimpin upacara dalam kegiatan tersebut adalah Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman.

Ia berharap, seluruh prajurit yang diberangkatkan untuk menjalankan tugas di daerah perbatasan akan kembali dengan selamat dan berkumpul kembali dengan anggota keluarganya.

“Sebuah penghormatan dan kebanggaan tersendiri bagi saya karena berkesempatan memimpin langsung pelepasan para prajurit yang akan bertugas melaksanakan Satgas Pamtas (pengamanan perbatasan) RI-Malaysia.

Mari kita doakan agar mereka senantiasa dalam perlindungan dan rahmat Allah SWT dan diberikan kelancaran maupun kemudahan dalam menjalankan tugasnya,” ujar Helmi.

Menurut Helmi, kebahagiaan yang tiada taranya tentu akan dirasakan semua pihak terutama anggota keluarga apabila para prajurit tersebut bisa kembali dalam keadaan sehat wal’afiat da berkumpul bersama anggota keluarganya.

Oleh karenanya Helmi berpesan agar para prajurit bisa menjaga kesehatan selama berada di tempat tugas.

Kebanggaan juga tutur Helmi, dirasakannya karena prajurit-prajurit Yonif 303 yang bermarkas di Garut ini terpilih untuk menjalankan tugas mulia menjaga keutuhan dan kemanan NKRI.

Ini membuktikan para prajurit Garut ini merupakan prajurit pilihan dan terbaik.

“Mereka dipilih dan dipercaya untuk menjalankan tugas negara yakni melakukan pengamanan wilayah perbatasan dengan negara Malaysia yang tentunya dalam rangka menjaga NKRI. Ini membuktikan kalau mereka merupakan prajurit TNI terbaik dan bisa diandalkan,” katanya.

Helmi menyampaikan, keberadaan TNI di negara perbatasan merupakan bukti kecintaan terhadap negara dan rakyat Indonesia sehingga rakyat bisa melakukan berbagai aktivitas sehari-harinya dengan tenang.

Rasa aman di Indonesia itu tidak lain ada peran penting para prajurit TNI yang melakukan penjagaan di daerah perbatasan sehingga tidak ada pihak yang berani mengganggu keamanan negara.

Tugas berat yang diemban para prajurit TNI dalam menjaga keamanan negara ini menurut Helmi patut mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang sangat tinggi.

Karena tandasnya, tanpa jasa para prajurit TNI, masyarakat tak akan bisa tenang dan leluasa dalam menjalankan aktivitasnya.

Begitupun pemerintahan tak akan bisa bekerja dengan baik dan tenang karena adanya rongrongan baik dari luar maupun dari dalam.

“Bayangkan, kita bisa tidur dengan nyenyak, berkumpul dan bercengkrama dengan anggota keluarga, serta mencari nafkah dengan tenang. Sementara para prajurit ini harus selalu siaga menjaga keamanan negara dan rakyat bahkan mereka juga harus rela berpisah dalam waktu lama dengan anggota keluarganya,” ucap Helmi.

Ia merasa yakin ketulusan dan pengorbanan para prajurit TNI, orang tua maupun anak dan istrinya akan menjadi sebuah ibadah sehingga mereka akan senantiasa mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Helmi pun meminta rakyat Garut turut mendoakan keselamatan dan kesehatan mereka agar bisa kembali dengan selamat dan brkumpul dengan anggota keluarganya.

Keberangkatan ratusan prajurut TNI ke daerah perbatasan ini dipimpin langsung Komandan Batalyon Infanteri Raider 303/SSM, Letkol Inf Taufik Ismail.

Taufik meminta doa restu dari seluruh rakyat Garut untukmenjalankan tugas negara dan ia berharap tugas tersebut bisa dilaksanakan dengan baik. (Aep Hendy S)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...