Preanger Fest Siap Digelar

KOTA, (KAPOL).-Bandung dikenal sebagai penghasil musisi bertalenta yang bukan hanya berhasil di tingkat nasional, tapi juga mendunia. Tak heran jika selama ini Bandung sering dijuluki sebagai kiblat musik Indonesia.

Hal itu diungkapkan Indradjid Sofwan, perwakilan Havas Indonesia selaku penyelenggara perayaan festival musik bertajuk Preanger Fest yang akan digelar tanggal 13-14 Oktober 2018 di Lapangan PPI Bandung.

Menurut Indradjid, kontribusi musisi Bandung dalam peta industri musik Indonesia sudah dimulai sejak berdekade lalu. Mulai dari Bimbo hingga Burgerkill, mulai dari Harry Roesli hingga Mocca.

Semuanya umumnya berkarya dalam semangat indie dan mereka berani untuk menantang arus umum dengan memberikan musik yang lebih segar dan kemudian diikuti oleh banyak orang.

“Jika membahas musik dan Bandung, tentunya tidak terlepas dari pergerakannya yang pernah terjadi di tahun 90-an di GOR Saparua di mana telah melahirkan band-band sukses asal Bandung,” ujar Indradjid saat ditemui di sebuah restoran di kawasan Cimanuk Garut, Jumat (31/8/2018).

PAS Band, Burgerkill, Pure Saturday, The Milo, Koil, Puppen (RIP), tuturnya, adalah sebagian kecil dari band-band yang pernah merasakan atmosfer kejayaan masa itu. Hal ini juga menjadi tolak ukur sejarah musik di Bandung bahkan secara nasional.

Indradjid mengatakan, gegap gempita warna pergerakan musik Bandung telah menjadi
spirit yang membangun bagi para penikmatnya. Di era 2000-an lahirlah Mocca, The SIGIT, HMGNC, Polyester Embassy, dan Rocket Rockers yang menjadi pionir di masa itu.

Sebagian besar nama tersebut akan digiring kembali di perayaan festival musik bertajuk Preanger Fest yang akan kita selenggarakan. Festival tersebut akan menampilkan lebih dari 40 musisi Parahyangan yang akan berbagi di 3 stage.

Tidak hanya itu, Indradjid juga menambahkan, Preanger Fest juga ingin menularkan semangat ini kepada kota lain di tanah Parahyangan dengan memberikan kesempatan kepada musisi di kota tersebut untuk bisa tampil di panggung bergairah ini.

“Preanger Fest hadir untuk mengingatkan bahwa band-band Bandung pernah dan masih berjaya. Bermula dari sebuah kerinduan akan atmosfer pada era 90-an yang solid dan inspiratif, maka acara ini dibuat,” katanya.

Ia menyebutkan, dengan membawa semangat “Lokal Kudu Vokal” diharapkan generasi sekarang bisa merasakan semangat kebanggaan lokal dan dampak positif untuk mengingatkan kepada orang banyak bahwa Bandung adalah kota yang melahirkan segudang musisi berbakat dan memicu untuk selalu berkarya.

Preanger Fest membawa semangat seperti yang terlihat di Saparua di masa lalu dan digabungkan dengan spirit atmosfer “Lokal Kudu Vokal” yang cocok dengan generasi masa sekarang.

“Puluhan band akan datang dari berbagai generasi akan memuaskan scene musik Jawa
Barat dari berbagai genre. Rock, metal, punk, pop, folk, electronic semua melebur dalam dua hari. Semuanya dipilih karena mempunyai sejarah dalam pergerakan komunitas musik di Bandung, mereka memberikan kebanggaan bagi Bandung,” ucap Indradjid.

Bukan hanya musik, tandasnya, acara ini juga akan menampilkan seni serta marketplace, tentunya masih sejalan dengan kebanggaan anak Bandung. Acara ini akan jadi ajang pamer kreativitas dan bertemu langsung dengang talent-talent berbakat.

Oleh karenanya, Indradjid mengimbau kepada para musisi di berbagai daerah di Jawa Barat untuk menjadi bagian dari pergerakan masif dari musisi Jawa Barat.

“Saksikan dan apresiasi musisi lokal di Preanger Fest. Mari ingatkan lagi bahwa Bandung adalah kota yang menghasilkan segudang musik berbakat,” katanya.(Aep Hendy S)***