IKLAN
HUKUM

Proses Otopsi Korban Pembunuhan di Sukarindik Dikerumuni Warga

ERWIN R WIDIAGIRI/"KAPOL"*

BUNGURSARI, (KAPOL).- Kuburan pria yang tewas ditangan adik tirinya, dagali petugas dari kepolisian guna melakukan otopsi dalam mengungkap penyebab pasti kematian korban. Meski hasil otopsi tidak diumumkan korban diduga kuat tewas akibat luka bacok golok.

DP (27) nekat menghantamkan golok ke kepala korban kakak iparnya itu hingga tiga kali. Peristiwa itu berawal dari sang ibu yang menyarankan agar korban segera menikah karena sudah cukup umur. Korban tersinggung lalu marah lalu mengamuk dan hendak menganiaya ibunya.

Korban yang kesehariannya bekerja sebagai  sopir angkutan kota (angkot) di Kota Tasikmalaya itu, diduga menghembuskan nafas terkahirnya akibat luka bacokan. Motif DP membacokan golok dilatarbelakangi DP yang ingin melindungi ibu kandungnya karena korban hendak memukuli.

Kuburan hamdan (41) yang tewas ditangan adik tirinya DP (27) digali guna kepentingan otopsi  Kamis (12/10/2017). Selain melengkapi berkas penyidikan serta mengungkap modus pelaku otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Tim forensik Polda Jabar melaksanakan otopsi, dikarenakan jenazah sudah dikuburkan kami melakukan pembongkaran kuburan korban. Tujuanya untuk kelengkapan berkas nanti tentang modus operandinya. Motif sementara sesuai keterangan pelaku bahwa melindungi ibunya. Saksi-saksi yang diperiksa menyebutkan bahwa korban temperamental,” kata Polsek Indihiang Kompol Tri Sumarsono, usai melakukan otopsi di lolasi pemakaman umum di Kampung Sukarindik RT 05 RW Kelurahan Sukarindik Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, Kamis (12/10/2017).

Dikatakan Tri, Polisi sudah menangkap pelaku yang tiada lain adik tiri korban. Motif ingin melindung ibu kandung dari kekerasan yang dilakukan korban menjadi latarbelakangi pembunuhan tersebut. Korban sempat hendak menganiaya ibu tirinya hanya gara-gara diingatkan untuk segera menikah. Korban juga dikenal tetangga sebagai sosok yang kerap membuat onar.

Meski otopsi sudah dilakukan dan berjalam dengan lancar namun demikian tim dokter forensik Polda Jabar tidak bisa memberikan hasil otopsi terhadap publik. Hasil otopsi hanya akan dibuka dihadapan pengadilan

“Otopsi dilaksanakan tadi pagi jam sepuluh, penyebabnya belum bisa disampaikan ke publik. yah tunggu keputusan hasil pengadilan, baru diketahui publik,” kata dokter forensik Polda Jabar, dr Fahmi.

Sementara saudara korban, Meli tak kuasa menahan kesedihan saat makam adik kandungnya yang sudah dikubur sepekan lebih kembali digali polisi.

Perempuan paruhbaya ini terus menangis histeris hingga harus dievakuasi kerabat yang lainnya menggunakan sepeda motor. Ratusan warga sekitar yang penasaran ingin menyaksilan dari dekat berkerumun di pintu masuk kuburan hanya untuk menyaksikan dari dekat proses otopsi. (Erwin RW)***

 

Komentari

IKLAN
IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top