oleh

Prostitusi Online di Tasikmalaya, Tarif Sekali Kencan 700 Ribu

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Lima gadis ABG yang masuk lingkaran bisnis prostitusi online di Kota Tasikmalaya, untuk satu kali kencan mereka memasang tarif Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu untuk short time.

“Akan tetapi kalau untuk Long Time bisa mencapai Rp 2,7 juta dan itu sudah termasuk sewa kamar,” kata salah satu gadis yang meminta tidak disebutkan namanya.

Bisnis prostitusi yang melibatkan atau menjajakan gadis di bawah umur itu kerap menjaring pria hidung belang dari kalangan pejabat, pengusaha hingga politikus.

Lima perempuan ABG tersebut yaitu FA, (18), WN (22), AS (17), RN (17) dan FI (16) dalam melakukan operasinya selalu berpindah tempat.

Bisnis esek-esek yang biasa mereka transaksikan, melalui salah satu aplikasi secara online.

Dari pengakuan salah seorang perempuan yang masih belia FI, ia memasang tarif berbeda setiap melakukan kencan dengan pria konsumennya itu.

Tergantung permintaan dari pelanggan itu sendiri. Tarifnya berkisar antara Rp 500 ribu sampai Rp 2,7 juta.

Dalam sehari rata-rata bisa melayani sampai dua pelanggan.

Untuk satu kali kencan, para penjaja seks itu setor kepada sang mucikari sebesar Rp 50 ribu rupiah.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro mengatakan, jingga kini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku.

Dari pemeriksaan tersebut pihaknya menetapkan sang mucikari sebagai tersangka bisnis prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur.

“Masih dalami kasus ini, sebab bisnis prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur di Kota Tasikmalaya ini, diduga masih banyak,” katanya.
katanya, Kamis (31/10/2019).

Sementara bisnis esek-esek itu terungkap saat Polres Tasikmalaya melakukan rajia, Rabu (30/10/2019).

Personil Sat Sabhara mendapatakan informasi dari masyarakat adanya aktifitas mesum yang kerap dilakukan di sejumlah hotel kelas melati di kawasan Kota Tasikmalaya.

Selain lima perempuan dibawah umur petugas juga menggaruk tiga laki-laki yaitu, GB (22), AZ (29) dan AR (20) yang diduga bertugas sebagai mucikari.

Dalam penggerebegan itu petugas mengamankan lima perempuan belia, FA, (18), WN (22), AS (17), RN (17) dan FI (16).

Dalam layanan kencan tersebut, ada beberapa istilah dalan bisnis esek-esek melalui aplikasi itu diantaranya istilah BO, Open, ST (short time), dan LT (long time) istilah itu sekaligus untuk menentukan tarif kencan. (KP-07)***

Komentar

News Feed