Provokator akan Ditindak Tegas

NANANG SUTISNA/ NANANG SUTISNA/”KP”
Komitmen bersama antisipasi kerawanan sosial

SUMEDANG, (KAPOL).-
Kepolisian Resor Sumedang menginisiasi penandatanganan nota kesepakatan bersama semua elemen forum komunikasi daerah.

Hal itu sebagai upaya untuk menyikapi insiden Tolikara yang terjadi baru-baru ini di Papua.

Kapolres Sumedang AKBP M Nazly Harahap menyebutkan, harus diantisipasi dampak dari insiden itu agar tidak meluas termasuk di wilayah Sumedang.

Dikatakannya, persoalan agama adalah urusan manusia dengan Tuhahnnya. Sehingga tidak boleh menjadi suatu persoalan yang menyebabkan retaknya kerukunan.

“Persoalan insiden Tolikara harus dicermati dengan arif dan bijak. Seyogyanya dalam kehidupan sehari-hari semua agama adalah saudara,” ujarnya, Kamis (23/7/2015) di aula Tampomas Induk Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang.

Dia merasa prihatin atas insiden tersebut, sehingga perlu arif dan bijak dalam menyikapinya.

“Hidup sebangsa jangan sampai bermusuhan,” imbuhnya.

Dia juga mengungkapkan, akhir-akhir ini seolah di Indonesia terjangkit budaya kekerasan yang menyebabkan kerukunan antar umat terpecah. Untuk itu perlu kesepahaman dan kesepakatan bersama dari semua unsur.

“Kejadian di Tolikara harus jadi perhatian. Karena kejadian ini banyak yang memprovokasi oleh oknum-oknum yang memanfaatkan,” tegasnya.

Insiden Tolikara ini, jangan sampai berkembang menjadi isu agama. Untuk itu harus dipikirkan bahwa isu itu tidak benar dan di Sumedang tidak boleh ada yang terprovokasi.

Pihak Polres siap paling depan jika ada perilaku-perilaku provokatif yang mengatasnamakan isu agama.

“Akan menindak tegas sesuai koridor hukum,” katanya. (Nanang Sutisna)

Komentari