oleh

Ratusan Monyet Serang Perkebunan Warga

TASIK, (KAPOL).- Ratusan ekor monyet liar menyerang kawasan perkebunan dan pertanian di wilayah Desa Tanjungsari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.

Tidak hanya memasuki pertanian warga, kawanan monyet ini juga bahkan memasuki permukiman warga di kampung Citamiang, Desa Tanjungsari.

Kehadiran kawanan monyet liat ini memang sudah sejak lama berada di kawasan Gunung Tawilis.

Akan tetapi baru satu pekan ini mereka turun gunung dan merusak perkebunan warga. Situasi ini membuat resah masyarakat, karena selain tanaman mereka rusak, warga juga khawatir monyet-monyet ini mengamuk ke manusia.

Salah seorang warga setempat, Sulaeman (55) menuturkan, kedatangan monyet-monyet liar itu tidak bisa terprediksi, terkadang pagi hari, bisa siang atau sore hari. Kedatangan mereka berjumlah ratusan ekor hingga membuat masyarakat ketakutan.

Secara membabi buta, kawanan monyet itu sering menjarah perkebunan warga.

Dengan situasi ini, kata Sulaeman, warga tidak bisa menggantungkan hidup dari hasil perkebunan.

Sebab hampir seluruh tanaman mereka dirusak Padahal hasil kebun dan pertanian merupakan penopang ekonomi masyarakat untuk membayar pajak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi warga tidak bisa mencocok tanam, palawija dan kebun yang ada saja kini rusak diserang ratusan monyet. Biasanya tidak menentu kedatangan monyet itu,” jelas ulaeman, Minggu (22/9/2019).

Dikatakan dia, kawanan monyet itu memang sudah ada sejak lama. Mereka mendiami gunung Tawilis yang persis berada di bagian utara pemukiman warga.

Namun baru kali ini, kawasan monyet menyerang perkebunan, baik kebun singkong, buah-buahan, ubi maupun perkebunan bonteng.

“Sampai saat ini memang belum ada warga yang diserang, akan tapi kalau ada warga yang pergi ke kebun tidak membawa perkakas atau alat lain pasti lebih berani menyerang,” ujar dia.

Nanang (60) warga lainnya menuturkan, warga Citamiang menggantungkan kehidupan dari perkebunan dan pertanian.

Setidaknya ada 200 hektare area perkebunan dan pertanian di wilayah tersebut, namun kini hampir seluruhnya rusak akibat serangan monyet.

“Pokokna hasil kebun habis pisan diserang ratusan monyet. Jadi masyarakat mah tidak menikmati hasil kebun. Paling sekarang hanya ngandalkeun buburuh,” ujar dia.

Masyarakat sudah melakukan berbagai upaya untuk melindungi perkebunan mereka dari serangan monyet, seperti memasang jaring.

Namun upaya itu sia-sia dan monyet selalu berhasil menjarah hasil kebun.

“Kita mah sekarang pasrah saja, laporan ke Desa ke Kecamatan sudah tapi tidak ada solusi. Sekarang masyarakat hanya bisa hidup dari buburuh serabutan,” ungkap dia.

Nanang dan warga lainnya memprediksi, monyet monyet itu turun gunung dan mengambil hasil perkebunan warga karena dihabitatnya sudah kekurangan sumber makanan akibat musim kemarau berkepanjangan. (KAPOL)***

Komentar

News Feed