Relawan NU “Ngahijikeun” Garut, Gelar Istigosah

GARUT, (KAPOL).- Suasana menjelang pilpres 2019 di Kabupaten Garut mulai memanas. Sejumlah upaya provokasi pun mulai gencar dilakukan pihak-pihak tertentu sehingga rawan
menimbulkan konplik.

Jika hal ini tak segera diantisipasi, dikhawaturkan memanasnya tensi politik menjelang pilpres 2019 di Garut ini bisa menimbulkan konplik horizontal di masyarakat.

Oleh karena itu, sejumlah kalangan yang merasa peduli dengan
kondusifitas Garut terus berupaya untuk mencegah terjadinya konplik.

Seperti yang dilakukan sekelompok ulama dan santri yang tergabung dalam Relawan NU Ngahijikeun Garut misalnya.

Mencium adanya upaya provokasi yang dilakukaukan pihak tertentu untuk memecah belah masyarakat Garut, mereka pun
langsung melakukan upaya pencegahan.

Ketua Relawan NU Ngahijikeun Garut, KH Aceng Abdul Muzib, menyebutkan pihaknya
sudah mengendus adanya upaya pihak tertentu yang ingin memecah belah masyarakat Garut melalui ajang pilpres 2019.

Hal ini membuat situasi politik
di Garut menjadi kian panas dan rawan terjadinya konplik.

“Kami menemukan upaya-upaya untuk memecah belah di antaranya dengan adanya aksi pengrusakan baliho salah satu pasangan capres-cawapres yang kini mulai
marak. Jika dibiarkan, ini sangat bahaya dan bisa menimbulkan konplik horizontal masyarakat,” ujar Muzib saat ditemui di sekretariat Relawan NU Ngahijikeun Garut di Jalan Cimanuk, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota,
Selasa (19/3/2019).

Dikatakan Muzib, selain memberikan pemahaman kepada pendukung capres yang
balihonya dirusak, pihaknya juga melakukan upaya lainnya guna menjaga kondusifitas Garut.

Salah satunya dengan menggelar kegiatan istighasah atau
doa bersama. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di Alun-alun Garut atau di Lapang Kerkof, Kamis (7/3/2019) dengan menghadirkan tokoh agama Habib
Luthfi Yahya.

“Istighosah kita lakukan untuk keamanan Garut khususnya dan Indonesia umumnya,
menjalang pelaksanaan Pipres 2019. Ini tak terlepas dari adanya upaya-upaya pihak tak bertanggung jawab yang ingin memecah belah masyarakat Garut dengan
malakukan serangkaian aksi provokasi,” kata pengasuh Pondok Pesantren Fauzan
ini.

Muzib menilai, sosok Habib Luthfi Yahya memiliki pengaruh besar terhadap umat Islam di Kabupaten Garut. Kedatangan Habib Luthfi Yahya di Garut untuk melakukan istighosah tentunya akan menjadi daya tarik sendiri bagi umat Islam
di Garut.

“Jangankan kalangan santri dan ulama-ulama sepuh, para pejabat pun pasti akan datang dan mendengarkan ceramahnya,” ucap Muzib.

Dalam kesempatan tersebut Muzib juga mengimbau kepada pendukung capres nomor
urut 1 yang balihonya telah dirusak pihak tertentu untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

Masyarakat Garut menurutnya jangan mudah terpancing
dan terjebak dengan permainan kotor pihak tertentu yang ingin memanfaatkan momen pilpres untuk memecah belah umat.

Menurutnya, daripada meladeni aksi provokator dengan kekerasan, jauh lebih baik memilih mengikuti kegiatan doa bersama.

Ini jauh ebih bermanfaat untuk
meminta keamanan dan keselamatan bagi warga Garut juga bangsa Indonesia.

Ia menandaskan, berbeda pilihan dalam pilpres 2019 boleh-boleh saja tetapi jangan sampai ikut-ikutan berbuat sesuatu yang bisa menyinggung perasaan orang
lain.

Ini akan semakin memicu munculnya gesekan-gesekan yang bisa mengancam disintegrasi bangsa sehingga harus dihindari.

“Tak boleh terprovokasi, tak boleh menyinggung atau melecehkan paslon lain. Biarkan saja jika ada orang lain yang berbuat seperti itu, jangan kita turuti apalagi kita balas dengan perbuatan yang sama,” pesan Muzib. (Aep Hendy S)***

Diskusikan di Facebook