Revitalisasi Pasar Samarang Garut Bermasalah

Pembangunan Pasar Seperti Cacat Sebelum Lahir

GARUT, (KAPOL).- Penyelesaian kasus pembangunan Pasar Leles Garut belum tuntas.

Bahkan, kini kembali muncul kasus baru yang merupakan permasalahan lama, yakni soal Pasar Samarang.

Pasar Samarang yang disebut-sebut pasar pariwisata, yang baru setahun lalu selesai direvitalisasi, ternyata banyak masalah.

Ada pun masalahnya bukan pada pembangunannya, melainkan pada penempatan para pedagang dan fungsinya.

Akibatnya, banyak pedagang yang merasa dirugikan dan akhirnya berhenti beroperasi.

Juru bicara pedagang Pasar Samarang, Tudi Sopian Hamidi mengatakan, di Pasar Samarang itu terlalu banyak masalah, yang kesimpulannya masih jauh dari harapan para pedagang.

Ia menyebutkan, persoalannya sekarang ini banyak pedagang yang berhenti berjualan, gara-gara penempatan lokasi kios yang tidak benar.

Kemudian di lokasi pasar ada pembokongan nomor kios sehingga menimbulkan masalah lagi.

Bahkan pembangunan pasar juga tidak seusai dengan gambar, karena gambar pembangunan pasar juga diduga lebih dari satu buah.

“Wah di Pasar Samarang itu banyak masalah. Kan biasanya penentuan kios itu diundi, ini tidak, dan dipaksakan karena sudah dikondisikan. Padahal kata Pak Bupati yang tadinya di depan, harus di depan lagi, yang kiosnya di belakang Ya di belakang lagi, tapi nyatanya tidak. Tadi kita konfirmasi ke Pak bupati, beliau menyatakan Iya, makanya Pak Bupati tadi sangat marah,” kata Tudi seusai audensi dengan Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Selain itu, kata Tudi, masalah lainnya adalah banyak pedagang baru yang tadinya bukan pedagang sebelum direnovasi.

Bahkan mereka menempati kios yang lokasinya strategis. “Jadi dalam penempatannya itu ada kesewenang wenangan dari petugas,” ucapnya.

Mereka yang tadinya menempati kios di depan, hari ini jadi di belakang.

“Bahkan eksistingnya, yang tadinya bukan pedagang, mereka beli kios ke petugas, pedagang lama lah yang dirugikan,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengawal kebijakan yang akan diambil oleh Disperindag Garut, termasuk pengundian ulang untuk penempatan kios pedagang.

“Kami akan kawal terus komitmen Kabid Pasar yang sudah menentukan rute, sampai pengembalian prioritas dari yang tidak berhak, diberikan kepada yang punya haknya, termasuk pengundian ulang,” ucapnya.

Sejumlah pedagang yang sempat dimintai komentarnya menyebutkan, Kondisi Pasar Samarang sudah bermasalah sejak awal.

Parahnya, pihak Disperindag tidak mau menyelesaikan sejak dini sehingga sampai kapanpun kalau tidak segera dibenahi akan berdampak.

“Makanya kami berharap pemerintah dalam hal ini Disperindag segera menyelesaikan kasus ini. Data kembali pedagang dari awal, kalau oknum Disperindag terlibat Ya tindak tegas saja. Kami ingin berjualan dengan rasa nyaman, dan tenang. Alangkah baiknya nanti setelah lebaran, Prioritaskan pedagang lama,” kata pedagang. (Dindin Herdiana)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...