Ribuan TPS di Kab Tasikmlaya Rawan Pelanggaran

SINGAPARNA, (KAPOL).-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya memprediksi ribuan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kabupaten Tasikmalaya rawan pelanggaran menjelang pencoblosan pemilu 17 April 2019. Hal itu merupakan hasil pemetaan variabel yang Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya.

Kordinator Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Azis Firdaus mengatakan, terdapat empat variabel yang menyangkut kerawanan di tempat pemungutan suara. Variabel tersebut mulai dari penggunaan hak pilih atau hilangnya hak pilih, kampanye, netralitas dan pemungutan suara.

“Tempat pemungutan suara yang rawan didasarkan pada empat variabel. Mulai dari penggunaan hak pilih atau hilangnya hak pilih, kampanye, netralitas dan pemungutan suara,” ujar Azis di kantor Bawaslu Tasikmalaya, Sabtu (13/4/2019).

Selain itu, terdapat sepuluh indikator yang mengukur tingkat kerawanan mulai pemilih daftar pemilih tambahan (DPTB) di TPS, daftar pemilih khusus (DPK), TPS dekat rumah sakit, TPS dekat perguruan tinggi, TPS dekat lembaga pendidikan pondok pedantren, terdapat praktek pemberian uang dan barang, praktek menghina dan sara, petugas kpps berkampanye untuk peserta pemilu, hingga tps berada dekat posko serta logistik pemungutan suara yang alami keruksakan.

Jumlah TPS yang rawan terdapat pemilih tambahan mencapai 1.415 buah di 39 kecamatan. TPS yang rawan terdapat pemilih khusus (DPK) sebanyak 1.597 dari 39 kecamatan. Kemudian TPS yang dekat dengan lembaga pendidikan pondok pesantren dan asrama mencapai 1.412 TPS.

Selain itu, Bawaslu juga mencatat 94 TPS rawan berkaitan dengan praktik pemberian uang atau barang dan jasa pada masa kampanye. Selanjutnya, TPS yang rawan terkait kedekatan dengan posko atau rumah pemenangan kampanye pemilu sebanyak 531 buah TPS.

“Kerawanan untuk indikator terdapat adanya pemilih tambahan paling besar di Kecamatan Karangnunggal dengan total 158 TPS. Sementra TPS yang rawan pemberian uang pada masa kampanye di Kecamatan Sukarame, Cisayong, dan Singaparna,” tambah Azis.

Tujuan pemetaan TPS rawan ini agar masyarakat mengawasi proses pemungutan dan perhitungan suara pada hari pencoblosan 17 April nanti. Selain itu, TPS yang dikategorikan rawan akan dilakukan pengawasan melekat oleh petugas pengawas disemua tingaktan.

“Jadi berangkat dari pemetaan TPS rawan ini, agar pengawas pemilu bisa menyusun atau menyiapkan langkah taktis serta strategis dalam mencegah terjadinya pelanggaran dan kecurangan di TPS,” ujarnya. (Aris Mohamad F)***