Sarimaya Bantah Lakukan Perjanjian Kontrak Dengan Radio

SINGAPARNA, (KAPOL).-Calon anggota DPR RI daerah pemilihan Jabar XI dari Partai Berkarya, Hj. Sarimaya, membantah bila dirinya telah melakukan perjanjian kontrak dengan Radio Arbaya FM terkait diputarnya iklan jingle kampanye dirinya di radio tersebut.

Hal itu diungkapkan dalam Sidang penanganan pelanggaran administrasi pemilu yang digelar di Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Senin (11/2/2019).

Dalam agenda sidang kedua yakni mendengarkan sanggahan terlapor ini, Sarimaya membacaan beberapa poin bantahan. Selaian tidak pernah membuat perjanjian kontrak tertulis, dirinya pun mengaku tidak mengetahui kapan waktu dan jadwal penayangan iklan tersebut di radio.

Sehingga ia mengaku cukup terkejut manakala iklan jingle kampanye itu ditayangkan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan oleh Peraturan KPU (P-KPU).

“Saya tidak pernah bertemu dengan pemilik radio tersebut dan hanya berkomunikasi lewat WA (WhatsApp). Terus mengirimkan lagunya, karena dia harus periksa spot-nya berapa lama,” jelas dia.

Meski demikian, namun sejumlah fakta lain diungkapkan dalam persingan ini. Salah satunya adanya transfer pembayaran dari terlapor kepada pemilik radio Arbaya FM untuk biaya penayangan iklan tersebut.

Hal itu dilakukan atas dasar desakan tim relawannya, Asep yang juga ikut ke persidangan, supaya pihaknya lebih tenang karena tidak ada lagi tunggakan pembayaran.

Sayangnya, tidak ada komunikasi lebih detail antara terlapor dengan pemilik radio, terutama dalam waktu dan jadwal penayangan iklan. Sehingga iklan kampanye tersebut di putar sebelum waktunya.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Dodi Juanda ini kembali akan disidangkan pada Senin (18/2/2019) pekan depan dengan agenda putusan. (Aris Mohamad F)***