Sehari Menjelang Aksi Mogok Dosen dan Karyawan Purnabakti Unsil

TAWANG, (KAPOL),-
Kemelut di tubuh Yayasan Univeristas Siliwangi rupanya belum menemui titik terang. Sejumlah Purnabakti  Unsil (Universitas Siliwangi) bahkan mengancam akan melakukan mogok bersama pada Jum’at (11/9/2015) mendatang andaikata sampai pada hari itu, Rektor Universitas Siliwangi tidak menonaktifkan para pegawai Unsil yang sekarang bekerja di Universitas Perjuangan Tasikmalaya.

Mereka menilai pendirian Unper masih bermasalah. Pasalnya sampai hari ini Yayasan Unsil sebagai pendiri dan pemilik Unper masih dijerat polemik dana santunan purnabakti senilai 31 miliar yang saat ini masih mereka perjuangkan.

“Kalau tuntutan kami ini tidak dipenuhi kita akan gelar aksi mogok bersama,” kata Ketua Tim 7 Perjuangan Purnabakti Unsil, Elia Hartini usai audiensi dengan Rektor Unsil pada Selasa (8/9/2015) lalu. 

Rektor Unsil, imbuh Elia, seharusnya lebih bisa mengayomi dan melindungi para Purnabakti. Terlebih harus memperjuangkan nasib para purnabakti. Elia menilai upaya Rektor untuk membela dan memperjuangkan para Purnabakti dinilai masih sangat kurang.

“Harusnya lebih aktif dong. Kami ini sudah mengabdi puluhan tahun untuk Universitas ini,” imbuh Elia.

Sementara itu, Rektor Unsil, Rudi Priyadi berjanji akan memberikan keputusan itu paling lambat Jum’at (11/9/2015) mendatang. Ia berdalih perlu suasana yang bisa menghasilkan keputusan terbaik. 

“Teman-teman harap bersabar,” ujarnya.

Jika janji itu melenceng dan tidak ditepati, maka Purnabakti Unsil akan menggelar aksi mogok bersama. (Imam Mudofar)

Komentari