Selain Relokasi dan Ganti Rugi OTD Jatigede, Penyelamatan Cagar Budaya pun Penting

image
Apip Hadi Susanto

JATINANGOR, (KAPOL).-
Sekretaris Paguyuban Pasundan Kabupaten Sumedang, Apip Hadi Susanto berharap agar berbagai hak orang terkena dampak (OTD) Jatigede sudah terealisasikan oleh pemerintah.

Menurut Apip, hak para ahli waris pun masih banyak yang belum terpenuhi akibat sistem administrasinya tak tertib. 

“Sampai saat ini, masih banyak warga yang menuntut sebagai hak warisnya akibat belum ada tanda jual beli dan bukti surat ahli waris,” tuturnya kepada Kabar Priangan Online (KAPOL), di Media Center Kec. Jatinangor.‎

Sehingga, menurut dia, hal yang wajar jika sampai saat ini masih banyak yang menuntut hak ORD tersebut.

“Diharapkan, sebelum penggenangan pada 31 Agustus 2015 nanti, semua hak OTD sudah terpenuhi. Jika belum, dipastikan muncul konflik,” katanya.

Ia mengatakan, relokasi berupa ganti rugi dan pemukiman serta upaya penyelamatan situs bersejarah pun harus diperhatikan. 

“Di wilayah genangan, banyak situs bersejarah seperti makam keramat, dan daerah yang dituakan. Pemerintah harus. Menghargainya mengingat  Sumedang sebagai puseur budaya Sunda,” ucap Apip.

Jika situs digenangi, kata dia, sudah jelas pemerintah tidak mengindahkan undang-undang terkait keharusan menjaga dan memelihara situs. 

“Jika keukeuh digenangi sebelum situs diperhatikan, itu sangat bertentangan,” tuturnya.

Dikatakan, dirinya bersama Ketua Paguyuban Pasundan Sumedang, Asep Kurnia akan bersikeras memperjuangkan hak OTD termasuk persoalan situs.

“Kami inten dalam mengawal proses itu dan sepakat menjadi tim advokasi warga OTD Jatigede,” kata Apip. 
(Azis Abdullah)‎

Komentari