Selama Kemarau, PDAM Tirta Galuh Jamin Pasokan Air Tidak Akan Kurang

CIAMIS, (KAPOL).- PDAM Tirta Galuh Ciamis menjamin selama musim kemarau tidak akan terjadi kendala kekurangan pasokan air ke semua pelanggan.

“Dasar jaminan tersebut secara teknis setelah seluruh instalasi milik PDAM Tirta Galuh dipastikan tidak akan kekurangan pasokan air baku meski terjadi kemarau panjang,” ungkap Kepala Urusan Pelayanan dan Pelanggan PDAM Tirta Galuh Ciamis, Dadan Firdaus, Kamis,(2/8) di ruang kerjanya.

Terlebih lanjut Dadan Firdaus, untuk pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Ciamis, Cikoneng dan Sindangkasih, Baregbeg ,Cijeungjig tak perlu khawatir kekurangan pasokan air selama kemarau.

“Hal tersebut, setelah instalasi PDAM di Sindangrasa dan instalasi PDAM di Sindangkasih mengambil air baku dari aliran sungai Citanduy yang berada di Gunungcupu,” jelas Dadan Firdaus.

Diungkapkan Dadan Firdaus bila sebelum instalasi Gunungcupu belum dibangun, memang benar pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Ciamis selalu kekurangan pasokan air saat terjadi kemarau panjang.

“Hal tersebut karena saat itu mengambil air baku dari Sungai Cileueur, yang hanya mampu memasok air baku sebanyak 10 liter per detik di saat musim kemarau,” terangnya.

Namun,lanjut Dadan, setelah dibangun instalasi Gunungcupu, pasokan air baku terbilang aman, meski di saat musim kemarau sekalipun pasalnya mampu memasok 500 liter per detik.

“Pelanggan di Kecamatan Ciamis, Cikoneng dan Sindangkasih itu jumlahnya mencapai sebanyak 8000 pelanggan,” ungkap Dadan Firdaus.

Untuk memenuhi 8000 pelanggan tersebut, membutuhkan pasokan air paling banyak sekitar 120 liter per detik.

Dadan mengatakan, instalasi PDAM di Kawali, Cisaga dan Manganti Kecamatan Lakbok tidak pernah kesulitan pasokan air.

“Pasalnya pasokan air bakunya melimpah, juga jumlah pelanggannya belum banyak,”tegasnya.

Berbeda halnya lanjut Dadan, dengan kondisi saluran pipa yang berada di Kecamatan Ciamis.

“Selain masih ada saluran pipa yang usianya sudah lama, juga sering terjadi kerusakan akibat jumlah pelanggannya banyak,”beber Dadan Firdaus.

Selain itu, kata Dadan, akibat kondisi permukaan tanah di Kecamatan Ciamis yang tidak rata atau daerahnya terbagi dua antara dataran tinggi dan dataran rendah, membuat suplai air ke daerah dataran tinggi harus diatur agar tidak terjadi tekanan air yang berlebih ke dearah dataran rendah.

“Kalau penggunaan air di daerah dataran tinggi banyak, tidak masalah tekanan air mengalir cepat,” tegas Dadan Firdaus.

Tetapi, kalau penggunaan air di dataran tinggi kurang, sementara tekanan air mengalir cepat, dipastikan air akan berbalik ke dataran rendah dengan tekanan tinggi.

“Kalau itu terjadi, seringkali pipa mengalami bocor karena tak kuat menahan tekanan air yang terlalu banyak .makanya, perlu dilakukan pengaturan,” terangnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, kata Dadan, pihaknya membutuhkan alat teknologi untuk mengatur tekanan air secara otomatis yang di sebut VRV.

“Kalau sudah ada alat VRV, Insya Allah tidak akan terjadi kendala kekurangan pasokan air ke daerah dataran tinggi atau kendala kerusakan pipa di daerah dataran rendah,” terang Dadan Firdaus.

Karena alat itu bisa mengatur tekanan air secara otomatis jadi, apabila ada kendala pasokan air di wilayah Kecamatan Ciamis, bukan dari kurangnya pasokan air baku, tetapi karena ada kendala tersebut,” pungkasnya.(Yogi T Nugraha)***

Komentari