Selisih Tipis, TKD Jawa Barat Jokowi – Ma’ruf Terus Bekerja Keras

KADIPATEN, (KAPOL). –Juru bicara TKD Jawa Barat, pasangan Jokowi – Maruf Amin, MQ. Iswara mengakui meski pasangan 01 menang secara nasional, namun elektabilitas pasangan 01 di Jawa Barat masih dalam posisi selisih sangat tipis dengan pasangan 02. Hal tersebut berdasarkan survei internal, selisih antara pasangan 01 dengan pasangan 02 sangat tipis atau rawan.

Meski demikian, kata Kang Iswara sapaan akrabnya masih ada peluang untuk menjauh disisa waktu ini untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan bekerja keras agar bisa menjauh atau menang telak.

“Data survei internal dan lembaga independent, masih belum aman karena dalam posisi beda tipis. Kita sudah cross bedanya sangat tipis, kita akan terus berupaya untuk menjauh disisa waktu ini,” kata M. Q. Iswara yang juga Ketua Bappilu DPD Golkar Jawa Barat kepada “KAPOL” Rabu (10/4/2019).

Menurut dia, pihaknya sangat optimis bisa meraih kemenangan, apalagi yang saat ini yang bergerak bukan hanya struktur partai saja namun ada dari eksternal juga. Struktur partai dan eksternal partai atau para relawan bekerja keras dalam meningkatkan angka elektabilitas dan keterpilihan di berbagai daerah di Jawa Barat.

Hingga saat ini tingkat elektabilitas dan keterpilihan pasangan Jokowi – Amin terus naik, apalagi jika dibandingkan tahun 2014. Pada tahun 2014, raihan suara Jokowi hanya 40 persen dan Prabowo 60 persen namun saat ini terus naik.

Terkait hasil survei baik di internal maupun oleh lembaga survei independent tidak merasa khawatir. Tentunya harus menerima hasil survei sebagai masukan.

“Jika dibandingkan 2014, saat ini elektabilitas Jokowi terus naik di Jawa Barat. Dulu hanya 40 persen, namun saat ini terus mengalami kenaikan hingga akan mencapai target di angka 60 persen,” kata Iswara.

Dikatakan dia, melihat di tahun 2019 ini elektabilitas Jokowi terus naik dan sekarang kita sudah di angka 1 – 2 persen. Memang masih di batas margin error, namun harus dipahami bahwa Jawa Barat merupakan provinsi dengan hak pilih terbesar yakni 33,2 juta pemilih. Artinya jika diproporsikan secara nasional, ini hampir 19 persen dari pemilih secara nasional.

Sehingga jika kemenangan 1 persen saja di Jawa Barat, itu sangat besar atau sekitar 300.000 suara, atau sama dengan jumlah suara di satu daerah di luar pulau Jawa. Untuk itu kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak, baik itu 10 partai pengusung dan pendukung maupun kepada relawan yang dengan tulus dan ikhlas membantu Jokowi.

Hal ini tentunya karena melihat kinerja Jokowi yang selama ini positif, yang sudah terbukti khususnya dalam bidang infrastruktur dan tawaran kartu sakti. Itu diyakini yang fundamental dibutuhkan oleh masyarakat

“Sampai saat ini kita belum pada tahap pengamanan, namun terus meningkatkan kesukaan dan tingkat keterpilihan. Jadi bukan lagi meningkatkan popularitas, tapi kita meningkatkan keterpilihan di sisa waktu yang hanya beberapa hari lagi,” tuturnya.

Dijelaskan tingkat pengamanan suara, akan dilakukan pada waktunya yakni pada hari pemilihan. Ditargetkan sesuai dengan kesepakatan 10 partai hasil pleno di Bandung.

Kemenangan diangka 60 persen dan saat ini hanya tinggal beberapa digit lagi. Disisa waktu saat ini, sangat optimis target tersebut bisa tercapai. “Terkait angka selisih itu, memang rahasia dapur namun yang pasti terus naik,” ungkapnya. (Ema Rohima)***