Seorang Tewas, Dua Anak Terseret Ombak Pantai Cijeruk

CIBALONG, (KAPOL).- Nasib tragis menimpa dua bocah warga Kampung Sorong, Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Zeri Surya Dawla (10) dan Hisan Mubarok (10).

Kedua terseret ombak dan hilang setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Cijeruk, Kecamatan Cibalong, Sabtu (18/5/2019).

Kapolsek Cibalong, AKP Ridwan Tampubolon menyebutkan peristiwa naas yang menimpa dua bocah tersebut terjadi sekitar pukul 13.15 WIB.

Saat itu, kedua korban datang ke Pantai Cijeruk untuk bermain dengan tiga temannya. Tak lama kemudian mereka memutuskan untuk berenang.

“Saat kelimanya tengah berenang, tiba-tiba datang ombak besar yang mengahntam tubuh mereka. Yang dua orang yakni Zeri dan Hisan langsung terseret ke bagian tengah laut sedangkan yang tiga lainnya masih bisa menyelamatkan diri,” ujar Ridwan, Minggu (19/5/2019).

Dikatakan Ridwan, pihaknya menerima laporan terkait adanya dua anak yang hilang terseret ombak Pantai Cijeruk pda Selasa sekitar pukul 13.40 WIB.

Bersama sejumlah anggota, dirinya langsung mendatangi lokasi dan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di antaranya Satpolairud dan Basarnas Bandung.

Upaya pencarianpun lanjutnya, saat itu langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.

Selain unsur Muspika, ada juga petugas Satpolairud, rukun nelayan, serta masyarakat yang turut melakukan upaya pencarian.

Kasatpolairud Polres Garut, AKP Tri Andri menambahkan setelah dilakukan pencarian, pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB, petugas berhasil menemukan salah satu korban atas nama Zeri Surya Dawla.

Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 5 kilometer dari tempat semula ia berenang.

“Dengan telah ditemukannya satu korban, kini kita fokus untuk melakukan pencarian terhadap satu korban lainnya atas nama Hisan Mubaarok. Hingga Minggu petang, upaya pencarian Hisan masih belum membuahkan hasil,” kata Tri.

Ia menerangkan, dengan berbagai pertimbangan, upaya pencarian korban pada Minggu malam terpaksa dihentikan dulu.

Ini demi keamanan dan keselamatan para petugas mengingat suasana malam yang tak memungkinkan dan membahayakan bila dipaksakan untuk terus melakukan pencarian.

Direncanakan katanya, upaya pencarian akan kembali dilaksanakan pada Senin (20/5/2019) pagi besok (hari ini) dengan melibatkan berbagai kalangan.

Upaya pencarian pun mendapatkan bantuan dari sejumlah personil dari Kantor Basarnas Bandung yang tiba di lokasi sejak Sabtu sore kemarin.

Menurut Tri, upaya pencarian pun dilakukan dengan melakukan penyisiran kawasan pantai serta ke bagian tengah laut.

Pergeseran titik pencarian dilakukan mengingat upaya pencarian yang sebelumnya dilakukan di sekitar kawasan korban sebelumnya berenang dengan teman-temannya sudah tak membuahkan hasil.

Tri berharap upaya pencarian terhadap korban Hisan bisa segera membuahkan hasil.

Pihaknya pun tak bosan-bosan mengimbau kepada warga atau wisatawan yang sedang melakukan aktivitas di kawasan pantai untuk selalu berhati-hati.

“Hindari untuk melakukan aktivitas berbagaya seperti berenang di tempat-tempat yang dinyatakan dilarang. Di pantai selatan ini sering tiba-tiba ada ombak besar yang datang tiba-tiba sehingga sangat membahayakan keselamatan,” pesan Tri.

Ia juga mengungkapkan, selama ini telah sering terjadi kecelakaan air yang terjadi di kawasan pantai selatan Garut.

Kebanyakan yang menjadi korbannya adalah mereka yang tengah berenang yang tiba-tiba tergulung dan terseret ombak besar ke tengah laut hingga hilang dan akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal. (Aep Hendy S)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...