Seperti Ini Detik-detik Tsunami Yang Menerjang Banten



PANDEGLANG, (KAPOL).- Bencana tsunami melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Pandeglang, Sabtu (22/12/2018) malam. Bencana tersebut, memporak-porandakan kawasan pariwisata, khususnya yang berdekatan dengan bibir pantai.

Desi (28), salah satu wisatawan yang berkunjung di Kawasan Pariwisata Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, sempat merekam kejadian mengerikan ini. Saat itu, ia bersama sekitar 60 orang rombongan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sedang mengikuti agenda family gathering perusahaan listrik negara tersebut.

Kata Desi, saat family gathering, PLN mendatangkan grup band Seventeen sebagai hiburan pada acara puncak. Panggung yang disediakan panitia, berada di bibir pantai dan hanya berjarak sekitar 5 meter dari permukaan air laut.

Namun, baru saja membawakan 2 lagu, panggung grup band yang digawangi Ivan dkk ini tiba-tiba dihantam gelombang air laut yang besar dari arah belakang. Ombak kemudian melebar menuju kursi para karyawan PLN yang sedang mengikuti family gathering.

“Kejadiannya jam 10 malem. Tiba-tiba ombak gede datang, saya sama teman-teman juga ikut keseret sampe 10 meter dari lokasi panggung,” kata Desi saat bercerita kepada Kabar Banten di kawasan pariwisata Tanjung Lesung, Desa Tanjung Jaya, Kabupaten Pandeglang, Minggu (23/12/2018).

Meskipun terseret arus ombak, Desi beruntung karena masih bisa menyelematkan diri dari peristiwa mengerikan itu. Ia kemudian lari ke lobi hotel Tanjung Lesung untuk berlindung dari tingginya gelombang air laut.

“Di lobi juga udah banyak orang mas. Saya beruntung karena bisa menyelematkan diri, tapi teman-teman saya sampai sekarang belum diketahui kabarnya bagaimana,” ujar Desi.

Desi mengaku, hanya menemukan 3 teman sejawatnya di kantor PLN. Sementara sisanya, masih belum ditemukan dan belum diketahui kabar keselamatannya.

“Makanya, saya ke sini lagi buat lihat takut ada teman yang sudah ditemukan. Mudah-mudahan cepat ada kabarnya,” tuturnya.

Sementara, menurut rilis yang diterima wartawan dari PLN, membenarkan acara pada malam Minggu tersebut. Dalam rilis itu, PLN menyebut bahwa pemain bass grup band Seventeen M Awal Purbani yang biasa disapa Bani, dan Road Manajer Oki Wijaya harus menghembuskan nafas akibat bencana tsunami di Tanjung Lesung.

“Kejadian berlangsung saat baru lagu kedua Seventeen menghibur penonton. Air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi. Sayangnya, saat arusnya surut, anggota kami ada yang bisa menyelamatkan diri dan sebagian tidak menemukan tempat berpegangan,” kata PLN dalam rilis.

“Saat ini korban bencana terpencar di klinik-klinik dalam radius 2-3 KM dari lokasi kejadian. Sejak semalam tim SAR sudah diturunkan. Dan tim kami yang selamat belum bisa kemana-mana karena minimnya transportasi,” sambung rilis PLN tersebut.

40 Orang Meninggal 

Dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususnya di daerah Pandeglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah.

Hingga Minggu (23/12/2018) pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 40 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

Kerugian fisik akibat tsunami tersebut, meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.

Pandeglang adalah daerah yang paling parah terkena terdampak tsunami. (Rifat Alhamidi/KB)*