Siswa Tenggelam di Sungai, Usai Ikut USBN

CISOMPET, (KAPOL).- Peristiwa kecelakaan air yang menyebabkan korbannya meninggal kembali terjadi di wilayah Kabupaten Garut.

Setelah Rabu (10/4/2019) kemarin seorang wisatawan asal Cimindi, Cimahi tenggelam dan terseret ombak di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Kamis (11/4/2019) seorang siswa tenggelam saat berenang di sebuah curug (air terjun) di kawasan Kecamatan Cisompet.

Menurut Camat Cisompet, Titin Wartini, korban atas nama Fauzi yang merupakan warga Kampung Baktisari, Desa Sindangsari saat itu tengah berenang di Sungai Cikaso yang berlokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet.

Korban berenang bersama sejumlah teman sekolahnya sesama siswa Darul Arqom, Kecamatan Cisompet sepulang mereka mengikuti USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional).

“Dari informasi yang kami dapatkan, kejadiannya sekitar pukul 10.30 WIB. Katanya korban dan teman-temannya baru saja pulang dari sekolah untuk mengikuti USBN dan langsung berenang di Curug Cikaso,” ujar Titin.

Dikatakannya, upaya pencarian korban langsung dilakukan oleh warga, aparat desa, aparat kecamatan, serta Tim SAR Tagana begitu mendengar ada anak yang tenggelam.

Upaya pencarian baru dapat membuahkan hasil sekitar lima jam lebih. Sekitar pukul 15.58 WIB, korban berhasil ditemukan akan tetapi sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Humas Basarnas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor membenarkan adanya laporan terkait orang hilang setelah tenggelam di Sungai Cikaso, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.

Pasca menenrima laporan, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk membantu melakukan upaya pencarian.

“Dari data yang kami terima berdasarkan laporan, korban atas nama Fauzi yang masih berusia 15 tahun. Ia merupakan warga Kampung Batu Sari, RT 3 RW 5, Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet,” kata Joshua.

Curug dimana korban dan sejumlah temannya saat itu berenang, tuturnya, tak begitu jauh dari rumah korban dan berada di desa yang sama.

Saat mereka tengah asik berenang, tiba-tiba teman-teman korban melihatnya tenggelam dan langsung hilang sehingga mereka memberitahukan hal itu kepada warga setempat.

Ia menyampaikan, sekitar lima jam setelah tenggelam, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Setelah dievakuasi, jasad korban langsung diambil oleh keluarganya untuk diurus dan dimakamkan.

Joshua menerangkan, sehari sebelumnya tepatnya Rabu (10/4/2019), pihaknya juga telah membantu melakukan upaya pencarian terhadap korban atasnama Asep Rohendi (19), warga Cimindi, Kota Cimahi.

Saat itu korban bersama enam orang temannya sedang berwisata di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Korban bersama teman-temannya kemudian berenang di pantai dan tiba-tiba ada gelombang besar menghantam tubuh mereka.

Keenam teman korban masih bisa menyelamatkan diri akan tetapi karena diduga tak bisa berenang, korban terus terseret hingga akhirnya tenggelam dan hilang.

Disebutkannya, upaya pencarian terhadap korban baru membuahkan hasil pada hari kedua pencarian yakni Kamis (11/4/2019).

Korban juga ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa dan saat ini telah diserahkan ke pihak keluarganya di Cimindi.

“Tak bosan-bosannya kami kembali mengimbau warga untuk selalu hati-hati saat beraktivitas atau liburan di daerah sungai atau pantai. Kondisi cuaca yang tak menentu seringkali menyebabkan arus sungai atau gelombang laut tiba-tiba membesar sehingga sangat membahayakan,” pesan Joshua. (Aep Hendy S)***

Diskusikan di Facebook