SMC Siapkan Pengobatan Caleg Depresi

SINGAPARNA, (KAPOL).-Mengantisipasi adanya Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang defresi atau stres akibat kalah dalam pertarungan Pileg 17 April mendatang, RSUD Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya mengaku siap memberikan pelayanan kejiwaan setiap hari. 

Selain rawat jalan, ruang observasi hingga rujukan untuk pasien defresi disediakan rumah sakit. Fasilitas BPJS juga berlaku untuk pasien yang alami gangguan kejiwaan, tidak terkecuali calon anggota legislatif yang gagal. Jika kondisinya parah, maka pihak rumah sakit siap membantu untuk mendapatkan perawatan di RSJ Cisarua Bandung.

Direktur Utama RSUD SMC dr. Heru Suharto mengatakan, pihaknya memiliki pelayanan kejiwaaan dengan satu dokter jiwa. Poli kejiwaan ini, siap melayani masyarakat yang ingin memeriksakan kejiwaan setiap hari tidak terkecuali dari Caleg yang depresi akibat tidak lolos ke Parlemen.

“Berbicara kesiapan kita siap, kita punya dokter jiwa disini dan membuka pelayanan setiap hari bagi masyarakat. Tidak menutup kemungkinan termasuk para caleg yang nantinya defresi atau stres akibat gagal dalam pencalonan legislatif,” jelas Heru yang ditemui dikantornya, Rabu (13/3/2019).

Disinggung soal ketersediaan obat bagi pengidap gangguan kejiwaan, Heru menegaskan, kesiapan pelayanan yang diutarakan tentu termasuk dengan fasilitas obat. Meski belum pernah terjadi di Tasikmalaya, namun kemungkinan calon anggota legislatif alami defresi cukup besar.

“Obat untuk pengobatan pasien kejiwaan kita siap. Bukan hanya konsultasi saja, obatpun kita siapkan, termasuk untuk masyarajat pemegang BPJS Kesehatan,” ujar dia.

Sementara itu ditambahkan Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD SMC, dr. NIA NUAENI, Sp.Kj mengatakan, berbagai faktor menjadi penyebab seorang calon anggota legislatif gagal bisa terkena gangguan kejiwaan. Tidak hanya faktor genetik, kesenjangan harapan dengan kenyataan, perubahan ekonomi yang menurun drastis hingga faktor malu gagal jadi anggota dewan bisa jadi penyebabnya.

“Gangguan jiwa itu spektrumnya luas mulai gangguan emosi cemas defresi, hingga yang paling berat aikotik. Itu terjadi akibat kesenjangan harapan dan kenyataan yang terjadi pada seseorang yang tidak bisa beradaftasi dengan kenyataan,” jelas Nia.

Oleh karenanya, dibutuhkan pula peran keluarga untuk bisa memperkuat mental calon anggota lefislatif. Bila siap menang, maka siap pula untuk kalah. Hal itu harus ditanamkan dalam pemikiran caleg bisa jadi hindarkan caleg gagal defresi. (Aris Mohamad F)***

Diskusikan di Facebook