Soal Eks Terminal Cilembang, PDIP: Peruntukannya Harus Jelas

SINGAPARNA, (KAPOL).- Pascapembongkaran eks terminal Cilembang, Rabu (27/12/2017) kemarin, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Terlebih pembongkaran eks terminal Cilembang yang status asetnya merupakan milik dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya itu dilakukan atas dasar kegelisahan masyarakat yang menduga kawasan tersebut kerap digunakan untuk tindakan-tindakan yang berbau maksiat.

“Pertama tentu kami dari Fraksi PDI Perjuangan sangat mengapresiasi langkah itu. Apalagi ini tujuannya untuk kepentingan umum,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Demi Hamzah Rahadian, Kamis (28/12/2017).

Hanya saja, kata Demi, ada hal yang lebih penting yang sejatinya harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Terutama dalam hal fungsi dan penataan aset yang secara administrasi wilayah ada di Kota Tasikmalaya.

“Karena kami menilai munculnya stigma eks terminal Cilembang jadi sarang maksiat ini karena asetnya diterlantarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Tidak dirawat dan difungsikan dengan baik,” kata Demi.

Selain itu, lanjut Demi, Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya juga mempertanyakan pasca pembongkaran eks terminal Cilembang, apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam hal pemanfaatan aset tersebut.

“Peruntukannya harus diperjelas. Setelah dibongkar mau dijadikana apa? Mall? Taman? Atau apa? Inikah harus jelas. Karena kalau dibiarkan tetap terbengkalai maka kondisinya akan tetap sama,” kata Demi.

Demi menambahkan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya mendorong agar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bisa memanfaatkan eks terminal Cilembang yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya agar dimanfaatkan untuk sektor-sektor produktif yang bisa mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah).

“Kita mendorong pemanfaatannya ini harus bisa menghasilkan PAD. Syarat utamanya tentu pemanfaatannya harus diperjelas dulu,” kata Demi. (Imam Mudofar)***

Komentari