Sumedang Bisa Miliki Destinasi Wisata Unggulan, Jika KSP Ditetapkan Bupati

SUMEDANG, (KAPOL).- Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kab. Sumedang, Agus Sukandar mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun kedepan, Sumedang ditargetkan memiliki destinasi pariwisata bertaraf internasional.

Pembangunan objek pariwisata unggulan di Sumedang itu, nantinya akan menjadi skala prioritas.

Konsepnya pun segera untuk dirumuskan kedalam jangka menengah dan panjang.

Karena, payung hukum pengembangan pariwisata di Sumedang itu memang sudah jelas.

Diantaranya, sesuai Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah Kab. Sumedang 2014 – 2025.

“Dinas akan mendorong terbitnya ketetapan bupati soal Kawasan Strategis Parwisata (KSP) Kab. Sumedang itu,” katanya kepada KAPOL, Rabu (1/11/2017).

Bahkan, kata dia, hal itulah yang menjadi fokus diperjuangkan dinas yang targetnya bisa mendongkrak kepariwisataan.

“Kita akan fokus, karena memang sudah jelas sesuai dengan amanat perda,” katanya.

Jika ketetapan bupati soal KSP bisa terbit, imbasnya positif dan akan lebih mempertajam kepariwisataan dan memang sampai sekarang (2017), KSP itu pun belum diterbitkan.

“Kita dorong agar cepat terbit, dan jika sudah terbit, maka kita akan segera menyusun teknis terkait spot pariwisata mana saja yang menjadi prioritas untuk dikembangkan,” ucapnya.

Hal itu pun, kata dia, nantinya akan menjawab kekhawatiran publik soal Sumedang akan jadi kota mati imbas dari pembangunan jalan tol.

Insya Allah, ucap dia, jika semua (pemda dan steakholder) sepakat menyusun konsep KSP, maka target lima tahun kedepan bahwa Sumedang akan memiliki destinasi wisata unggulan, itu pasti akan tercapai.

Namun, jika pemda, dunia usaha dan tata ruangnya mendukung serta semua yang terlibat pun bersinergis, maka target itu akan berjalan mulus.

Menurutnya, itu bukan mimpi, karena Sumedang didukung geografis dan kaya potensi pariwisata yang memang syaratnya meski semua pihak fokus dan konsisten serta tak sporadis.

KSP Kab. Sumedang, kata dia, harus dirumuskam secara integrasi dengan kajian yang sangat komperhensif dari berbagai aspek.

“Kajian akademisnya pun harus jelas, bukan hanya selera perorangan dan harus ada kajian secara ilmiah oleh ahli yang memiliki kompetensi dibidang pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Konsep yang lain soal kepariwisataan di Sumedang yang sedang fokus digarap oleh dinas, kata Agus, yakni pembenahan spot jangka pendek.

Diantaranya, kata dia, memoles atau membuat inovasi di beberapa distinasi pariwisata yang sudah ada.

Hal itu, kata dia, agar menjadi objek wisata yang menarik dan diminati pengunjung.

“Kita akan memoles wisata Cipantenen yang memang itu tujuan wisata legendaris, diaana memang belum ada polesan-polesan yang menarik,” katanya.

Bahkan, dinas akan mengembangkan wisata alam arung jeram di Parakan Kondang, Kec. Tomo yang nantinya kerjasama dengan Perrhutani.

Bukan hanya itu, kata dia, Cipanas Sekarwangi pun akan didopoles dan akan melibatkan pihak 3.

“Kita akan kembangkan Curug Cigorobog Desa Citengah unyuk dijadikan desa wisata yang memenuhi standard,” katanya.

Ia mengatakan, itu target jangka menengah dan sama juga menjadi prioritas, yang tujuannya mencoba memberikan warna di beberapa destinasi wisata yang sudah ada.

Harus ada inovasi yang setidaknya memenuhi standar dan layak dikunjungi.

Pengembangannya, ujar dia,
dinas akan kerjasama denga perhutani dan pemerintah desa yang utama ada objek wisatanya, ada kuliner dan ada keterlibatan masyarakat lokal.

Sesuatu yang mendasar, kata dia, warga harus sadar diri jika daerahnya memiliki potensi wisata yang diharapkan komitmen mengembamgkan dan diharapkan ramah kepada pengunjung.

Sebagai upaya menggelorakan pariwisata, kata dia, dinas pun akan menggelar pentaa kebudayaan yang mudah-mudahan bisa digelar rutin.

Nantinya, wisatawan akan tak kesulitan jika ingin melihat pentas seni dan budaya Sumedang.

Bahkan, ujar dia mau nambahkan, kedepan akan digelar kegiatan olahraga dari semua cabang yang juga diharapkan menjadi destinasi wisata olahraga.

“Nanti akan diseting ada kejuaraan dalam setiap bulan untuk taraf lokal dan regional atau pun nasional,” ujarnya.

Dikatakan, tak ketinggalan soal wisata religi yang disebutnya itu perlu konsep dan rumusan yang jelas.

“Jika memang ada potensi wisata religi di beberapa titik, akan kita dikemas jadi paket wisata,” ujarnya. (Azis Abdullah)***

 

 

 

 

Komentari