Sungai Ciojar Meluap, Wilayah Sukasenang Langganan Banjir

BANYURESMI, (KAPOL).- Warga Kampung Babakan Salam, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Rabu (11/4/2019) malam kemarin, dikejutkan dengan banjir yang menerjang permukiman mereka.

Puluhan rumah terendam dengan kisaran air antara 50 centimeter hingga 1 meter serta satu rumah warga roboh akibat peristiwa tersebut.

Kepala Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Iwan Setiawan menyebutkan sejak sore hari hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Hal ini menyebabkan air di Sungai Ciojar meluap dan menerjang permukiman warga.

“Sejak sekitar pukul 16.00 hingga 21.00, daerah kami ini diguyur hujan yang sangat deras. Air dari Sungai Ciojar mulai meluap dan masuk ke permukiman sekitar pukul 19.00,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi banjir, Rabu (11/4/2019) malam.

Dikatakannya, berdasarkan hasil pendataan, ada 41 unit rumah yang terendam banjir.

Satu rumah di antaranya yakni milik Mugni bahkan sampai roboh dan peralatan pesta yang ada di dalamnya semuanya terbawa hanyut.

Peralatan pesta milik Mugni yang terbawa hanyut tutur Iwan, di antaranya berupa panggung, tenda, kursi, saound sistem, dan yang lainnya.

Dipastikan kerugian yang dialami Mugni cukup besar akan tetapi belum bisa dipastikan nilainya.

Iwan menyampaikan, 41 rumah yang terendam dan rusak akibat terjangan banjir itu tersebar di tiga RT yang masuk wilayah RW 13 yakni RT 2, 3, dan 4.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat menimbulkan kepanikan warga tersebut.

Menurutnya, luapan air dari Sungai Ciojar disebabkan deras dan lamanya hujan yang mengguyur kawasan tersebut.

Sungai tak mampu menampung debit air yang begitu tinggi sehingga akhirnya air meluap dan menggenangi jalan kemudian menerjang permukiman.

Ia menerangkan, setiap kali hujan deras dan lama menguyur kawasan tersebut, air dari Sungai Ciojar memang selalu meluap.

Namun biasanya luapan air hanya menggenagi ruas Jalan KH Hasan Arif yang merupakan akses utama di daerah tersebut.

“Pernah juga terjadi luapan air Sungai Ciojar akan tetapi biasanya hanya menggenangi jalan. Namun banjir yang terjadi saat ini jauh lebih besar sehingga air bukan hanya menggenangi jalan tapi juga masuk ke perkampungan dan menerjang puluhan rumah warga sampai ada rumah yang roboh,” katanya.

Selain merobohkan rumah Agni, tambah Iwan, terjangan air deras yang masuk ke permukiman juga telah menyebabkan benteng rumah Cucum dan Iri juga roboh.

Tak hanya itu, ratusan hekatare sawah dan kebun milik warga juga rusak parah akibat terjangan dan rendaman air.

Iwan mengaku bersyukur karena petugas dari BPBD, TNI, dan Polri langsung turun tangan untuk mengevakuasi warga.

Wargapun bahu-membahu melakukan penanggulangan dan membantu warga lainnya sehingga jatuhnya korban bisa dihindari.

“Alhamdulillah warga sangat respon dalam melakukan penanggulangan. Bersama petugas BPBD, TNI, dan Polri, warga bahu membahu mengamankan warga lainnya serta barang-barang yang masih bisa diamankan,” ucap Iwan. (Aep Hendy S)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...