oleh

Sungai Ciwulan Tercemar Limbah, Mahasiswa dan Warga Gerudug Dewan

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Tasikmalaya Penyelamatan Sungai FORTAS TAI, gerudug DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (9/9/2019).

Mereka melakukan aksi atas rusaknya saluran air sungai Ciwulan oleh sampah dan limbah. Pencemaran air sungai tersebut selain merusak ekosistem Sungai Ciwulan, juga diresahkan warga air kerap bau.

Massa aksi sempat menduduki ruang rapat Peripurna DPRD Kota Tasikmalaya, karena sebelumnya massa aksi menggelar di halaman gedung DPRD, anggota dewan tidak ada yang menemui.

Sehingga massa masuk dan menduduki ruang paripurna.

Massa juga memasang spanduk dan dan poster bernada kecaman di ruang tersebut. Jeda beberapa saat ruang dikuasai mahasiswa, baru anggota dewan ada yang menemui massa aksi.

Dalam audiensinya, massa menyampaikan kepada DPRD Kota Tasikmalaya, terkait dengan pencemaran lingkungan yang terjadi di Sungai Ciwulan Kota tasikmalaya, tepatnya di kecamatan Kawalu.

“Kami meminta DPRD Kota Tasikmalaya untuk mendorong pemerintah supaya menyelesaikan permasalahan tersebut,” kata Korlap Aksi Ashamnsyah Timutiah, usai gekaran aksi.

Sebelumnya, kata Ashamnsyah, pihaknya juga sempat mengundang Dinas LH dan Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, untuk duduk bersama, tapi tidak dihadiri kepala dinasnya langsung.

“Kami menuntut Pemerintah untuk bekerja serius dan membuat tim untuk menangani permasalahan Sungai Ciwulan,” katanya.

Menurutnya, pembuatan tim harus melibatkan semua steke holder dan unsur terkait dan dalam 20 hari harus sudah dibentuk dan melakukan kinerjanya secara serius.

Selain itu, pihaknya juga menuntut DPRD dan Pemerintah meninjau ulang perusahaan yang beroperasi dan membuang limbah ke sungai Ciwulan.

“Aparat penegak hukum bersama pemerintah harus tegas dalam melakukan penindakan terhadap perusahaan yang membuang limbah sembarangan. Bila perlu mencabut ijin perusahaan yang tidak mengikuti aturan oengelilaan limbah,” katanya.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Semenyara Aslim mengatakan, Begitu banyak yang bergabung hari ini, begitu banyak kepedulian warga Tasikmalaya terhadap lingkungan di wilayah Tasikmalaya.

“Kami sudah melayangkan surat tapi tidak ada jawaban. Kami punya sistem budgeting dan pengawas, secepatnya kami akan memanggil supaya bisa menindak lanjuti tuntutan. Kami akan sangat merespon dan ini akan kami lakukan duduk bersama pemerintah untuk membahas persoalan ini,” katanya.

Namun, kata Aslim, karena OKPD belum terbentuk maka pimpinan sementara yang hadir dalam audensi ini, pada hari rabu OPD akan undang untuk membicarakan persoalan ini.

Ia menyebutkan, pihaknya sangat menghargai lingkungan dan akan mengoordinir tuntutan mahasiswa dan elemen massa untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah. Karena eksekutornya pemerintah.

“Persoalan sampah sudah kami kaji sejak lama, untuk itu kami akan undang kembali pemkot untuk hadir. Kalau tidak hadir kami punya hak-hak dprd dan ketentuan dprd untuk memanggil pemkot,” ujarnya.

Diungkapkannya, Komisi 3 periode lalu sudah menyampaikan hal ini berkali-kali.
Selanjutnya perlu dipahami, fungsi kewenangan DPRD, akan kami layangkan nota dinas kepada pemkot agar perusahaan manapun untuk menindak perusahaan yang melanggar aturan dan merusak lingkungan.

“Tolong beri kami waktu, obrolan terkait di ruangan ini akan kami bawa ke meja kerja untuk didiskusikan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas LH Kota Tasikmalaya, Dedi Mulyana mengatakan, Untuk menyelesaikan hal ini, pihaknya akan usahakan ada solusi yang baik untuk semua pihak.

Salah satunya kami akan menindak lanjuti hasil lab, terkait kegiatan pencemaran tersebut.

Terkait tentang wilayah sungai Ciwulan, kata Dedi, daerah yang terkena dampak aktifitas kegiatan suatu sektor yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

“Berdasarkan hasil laporan yang kami tindaklanjuti bersama tim teknis yang datang ke titik sungai cikunir, kami memperhatikan ada pencemaran yang ada di sungai, untuk itu kami dalam melaksanakan pemantauan menurunkan tim teknis yang ada di wilayah kita, pada siang itu juga kami mengambil sampel lab, dan menguji terkait hasil sampel tersebut,” katanya.

Usai melakukan aksi massa kemudian membubarkan diri dan akan kembali melakukan aksi dalam 20 kedepan jika tidak dilaksanakan tuntutan massa aksi. (KP-07)***

Foto |Massa gabungan mahasiswa dan elemen masyarakat melakukan aksi ke DPRD Kota Tasikmalaya terkait limbah yang mencemari Sungai Ciwulan.

Komentar

News Feed