Syukuran Sewindu, Zarra Medika Beri Pemahaman Pengobatan Komprehensif


TASIKMALAYA, (KAPOL).- Klinik Zarra Medika menggelar syukuran ulang tahun ke-8, di kompleks Klinik Zarra Medika, Jalan Cintaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (9/7/2019). Dalam momen ulang tahun sewindu tersebut, Klinik Zarra Medika mengedukasi mengenai pengobatan komprehensif.

Dalam acara bertajuk “Milangla Milangkala Sawindu Klinik Zarra Medika” itu dihadiri unsur OPD di Kabupaten Tasikmalaya dan para pemangku kepentingan lainnya serta turut masyarakat setempat.

Ketua yayasan Klinik Zarra Medika, Yose Andi Komara mengatakan syukuran milangkala ka-8 ini sengaja mengundang berbagai unsur, baik dari dunia kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, maupun unsur lainnya, untuk berbagi konsep kesehatan Klinik Zarra Medika.

“Kita ingin dan berdasarkan pengalaman, bahwa kesehatan itu adalah kesehatan yang komprehensif. Artinya, bukan hanya mengobati, tapi bagaimana mulai dari awal pola hidup dan segala macam itu satu kesatuan supaya kita menjadi sehat lahir batin, jadi jarang sakit,” tuturnya.

Dikatakannya, Klinik Zarra Medika tidak terfokus pada terapi pengobatannya, namun bagaimana turut mengedukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kalau terapi, penyakitnya dulu, sakitnya dulu ada. Tapi kalau kita mengupayakan pasien yang datang ke sini untuk berpola hidup sehat dari awal,” ujarnya.

Dengan melakukan PHBS dan pengobatan komprehensif, diharapkan pasien dapat mengobati dirinya sendiri sekaligus pencegahan penyakit. Konsep pengobatan komprehensif tersebut, salah satunya dengan bacaan Alquran.

Berbanding lurus dengan itu, pola pengobatan komprehensif dilakukan karena pola hidup masyarakat sekarang berganti dari gemar berolahraga, menjadi lebih gemar menggunakan gadget dan internet.

Direktur Klinik Zarra Medika, dr. Ria Triana Dewi Permana menambahkan, pihaknya mengajak masyarakat mengamalkan PHBS dan semua pemangku kepentingan mendukung hal tersebut. Dari unsur pendidikan, pihaknya berharap ada kurikulum yang memberikan pendidikan mengenai PHBS, makanan bergizi, serta mendorong penerapannya.

Menurutnya, masyarakat bukan tidak tahu pada PHBS dan makanan bergizi, namun karena masyarakat lebih mengikuti hawa nafsunya untuk melakukan pola hidup yang kurang sehat. Begitupun dengan tata cara makan yang baik, tidak diamalkan. Padahal tata cara makan yang baik pun berpengaruh pada kesehatan.

dr. Ria menyebutkan bahwa saat ini perlu adanya terapi masa depan. Jangan sampai orang-orang hanya berpikir bahwa berobat adalah meminum obat. Padahal, di luar obat yang dikonsumsi, masih banyak jenis pengobatan lainnta.

“Banyak yang merasa kalau tidak minum (obat), serasa tidak berobat. Ke depan, sudah dirintis dari sekarang, kita juga memberi pengetahuan kepada masyarakat. Dari sekarang ke depan, itu berubah polanya (pengobatan). Setelah ada internet, handphone, dan sebagainya, orang lebih konseling ke dokter, tidak selalu dalam bentuk obat,” ujarnya.

Konsep pengobatan tersebut diterapkan di Klinik Zarra Medika yakni pengobatan komprehensif. “Ada gerakan salat, baca Alquran, pola sedekah pun ada. Mencegah dan mengobati dengan pola sedekah. Dengan herbal, dari gas kepala muda. Di tempat lain belum ada pengobatan gas kelapa muda, rata-rata (menggunakan) air kelapa muda. Kalau kita gasnya,” jelasnya.

Menurutnya, konsep pengobatan tersebut dilakukan supaya masyarakat selain sehat, biaya pengobatannya pun murah, dan tidak terlalu mengandalkan obat medis yang dapat memicu penyakit lainnya jika terus menerus dikonsumsi. (Aji MF)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...