Tahun Baru Hijriah, 1000 Ayam Kampung Dibagikan

Untuk Redaktur Garut
Dari Aep Hendy S

Juga Bagiukan 6 Ribu Paket Sembako
Peringatan Tahun Baru Islam Diwarnai Aksi Bagi-bagi Ayam Kampung

SEPERTI yang terjadi sebelum-sebelumnya, perayaan penyambutan tahun baru Islam di Majelis Tarbiyah, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut selalu berlangsung meriah.

Selain pengajian, digelar juga berbagai kegiatan yang melibatkan ribuan jamaah yang di antaranya juga berasal dari luar Jawa Barat.

Selain perlombaan anak dan pawai taaruf, ada pula kegitan rutin yang selalu digelar setiap
kali perayaan penyambutan tahun baru Islam di Majelis Tarbiyah yakni pembagian sembako.

Namun ada yang beda dalam pembagian sembako yang digelar pada peringatan penyambutan tahun baru Islam 1440 Hijriah ini yakni pembagian ayam kampung.

Tak tanggung-tanggung, ayam kampung yang dibagikan Majelis Tarbiyah pada peringatan tahun baru Islam kali ini jumlahnya mencapai 1000 ekor.

Ayam kampung ini dibagikan kepada para
sopir angkutan umum, kusir delman, dan tukang ojek dengn harapan bisa diternakan untuk
membantu perekonomian mereka.

Menurut Pimpinan Majelis Tarbiyah, KH Benghan Syarifudin, pembagian ayam kampung ini menjadi bagian dari peringatan tahun baru Islam di majelisnya.

Pada peringatan tahun baru Islam sebelum-sebelumnya, pihaknya selalu menggelar acara pembagian sembako kepada masyarakat
kurang mampu.

“Pada peringatan tahun baru Islam tahun ini, kita bukan hanya membagikan enam ribu paket
sembako tapi juga membagikan seribu ekor ayam kampung kepada para sopir angkutan umum, kusir delman dan tukang ojeg,” katanya.

“Selain diharapkan bisa membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, kegiatan ini juga merupakan simulasi bahwa untuk sejahtera tak hanya datang dari uang
tapi juga bisa dari ternak atau tanaman,” ujar Benghan saat ditemui di sela kegiatan
penyambutan tahun baru Islam di Majelis Tarbiyah di Kampung Bojong, Desa/Kecamatan Wanaraja, Senin (10/9/2018).

Dikatakannya, dalam setiap kali pengajian yang digelar, selain bimbingan agama, pihaknya juga
terus memberikan edukasi kepada jamaah agar kehidupannya bisa lebih sejahtera. Dengan
berternak ayam kampung, misalnya yang dianggap bisa jadi salah satu solusi mengubah taraf ekonomi. 

Kata Benghan, bantuan tersebut merupakan sumbangan dari para mustami Majelis Tarbiyah dari berbagai daerah, termasuk luar Jawa Barat.

Sebelumnya, jamaah Majelis Tarbiyah menggelar pawai taaruf untuk menyambut tahun baru Islam. Pawai taaruf dilakukan dengan mengelilingi ruas jalan di perkotaan Garut dan diikuti ribuan jamaah.

Jajang(51), salah seorang tukang ojeg di kawasan Wanaraja mengaku sangat senang bisa mendapatkan bantuan berupa ayam kampung dari Majelis Tarbiyah.

Ia akan mencoba menernakan ayam tersebut dengan harapan bisa terus berkembang biak dan membantu meningkatkan taraf ekonomi keluarganya.

“Ayam kampung ini mudah-mudahan menjadi barokah dan bisa membantu meningkatkan taraf
perekonomian kami. Akan saya coba ternakan ayam ini agar berkembng biak,” komentar Jajang.
(Aep Hendy S)***

Komentari