Tasik Oktober Festival Diserbu Pengunjung

TASIKMALAYA, (KAPOL).-Sejak siang hari, pengunjung mulai memadati helatan Tasik Oktober Festival (TOF) yang digelar di beberapa ruas jalan protokol Kota Tasikmalaya, Sabtu (13/10/2018).

Beberapa spot ornamen payung menjadi tempat favorit. Sebab stand pameran belum sepenuhnya terisi karena baru diresmikan pada sore hari.

“Sengaja datang ke sini memang ingin melihat TOF. Tahun kemarin saja ornamen payung sangat bagus untuk dijadikan spot foto. Tahun ini juga ada lagi, tetapi kemasannya berbeda,” ujar Susan salah seorang pengunjung dari Kota Tasikmalaya di lokasi.

Pantauan di lokasi, payung dibentuk menyerupai pepohonan yang dikreasikan berbahan dasar bambu. Terlihat kabel-kabel listrik dan lampu yang ditempatkan di dalam payung yang terbuka.

Pada malam hari, hiasan karya seniman lokal tersebut akan menerangi bagian samping Taman Kota yang berseberangan dengan Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

Menurut Kepala Dinas KUKM Kota Tasikmalaya, Moh. Firman pelaksanaan TOF tahun 2018 terbagi empat zona.

Mulai dari stand UK unggulan sejumlah 82 unit di zona I, stan UKM Fashion 60 unit di zona II, stan mitra binaan Bank Indonesia 60 unit di zona III dan stan kuliner di zona IV.

“Itu tersebar di Jalan HZ Mustofa, Pemuda, Empang mulai hari ini hingga tanggal 16 Oktober,” ujarnya.

Promosi daerah
Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman mengatakan TOF ini bisa menjadi ajang promosi daerah.

Mulai dari produk kreatif yang dihasilkan, hingga seni budaya yang akan dipertontonkan melalui karnaval budaya.

Terlebih Kota Tasikmalaya tengah kedatangan tamu dari 16 orang delegasi Jepang serta 25 daerah yang tergabung dalam Komwil III Asosisasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia.

“Kepala daerah yang hadir tersebar mulai dari daerah Jawa Tengah, DIY, Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Kita juga akan menandatangani Letter of Intent dengan beberapa kota di Jepang. Mulai dari kerjasama tenaga kerja, hingga investasi,” katanya saat soft opening di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya.

Ia berharap, TOF ini dapat meningkatkan kunjungan ke Kota Tasikmalaya. Sehingga pelaku industri kreatif terdorong untuk terus berproduksi dan berkreatifitas.

“Kami berharap juga mereka menampilkan kreatifitas-kreatifitas yang semakin baik di pameran industri kreatif tersebut. Tentunya berimbas pada ekonomi masyarakat,” ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut juga sekaligus dilakukan peresmian air mancur warna-warni di Taman Kota Tasikmalaya. Budi mengatakan, air mancur menjadi kado hari ulang tahun Kota Tasikmalaya yang ke 17.

“Tentunya menjadi Tasik kreatif, dan Tasik resik sebagaimana tema ulang tahun. Tentunya memberikan keberkahan bagi setiap warga yang tinggal di Kota Tasik,” ujarnya. (Inu Bukhari)***

Komentari