IKLAN
LINIMASA

Tasikmalaya Semakin Panas

image

Proses verifikasi RW 04 cikalang sebagai salah satu site kampung iklim di Kota Tasikmalaya, diharapkan inovasi luar biasa dari RW tersebut bisa menjadi pembanding di Jawa Barat. | ASTRI PUSPITASARI/"KP"

TASIKMALAYA, (KAPOL)-.

RW 04 Cikalang Girang diverifikasi Tim BPLHD Provinsi Jawa Barat untuk menjadi salah satu site dari program kampung iklim di Kota Tasikmalaya. Menurut verifikator Tulus TH Sibuea, langkah yang diinisiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup  merupakan penyikapan atas kondisi iklim yang terjadi sekarang ini.

“Kota Tasikmalaya ini diprediksi tahun-tahun ke depan akan berkembang jadi metropolitan di Jawa Barat selain Cirebon, maka persiapan sedari sekarang sangat penting supaya pada saatnya nanti tidak menjadi seperti Jakarta,” ujarnya yang ditemui saat melakukan verifikasi, Selasa (01/09/2015).

Problematika air bersih dan ketahanan pangan, salah satu yang disorotinya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kasubit Migasi Bencana BPLHD Provinsi Jawa Barat itu memberikan applause untuk kelompok Gurun Melati yang telah melakukan inovasi manajemen pengelolaan TPS. Terlebih dengan menghabiskan sampah hingga di TPS-nya, menjadikan RW tersebut semestinya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk retribusi sampah.

“Retribusi sampah itu jika service dilakukan pemerintah, tapi kalau oleh masyarakat seperti ini tidak perlu ditarik lagi. Kecuali jika sampah residu yang tidak bisa diapa-apakan lagi. Kami kira ini harus adanya dispensasi untuk retribusi ini, ini PR-nya pemerintah,” ujar dia mengungkapkan hasil verifikasinya.

Selain juga, dia menyarankan pemerintah perlu memperhatikan terkait struktur ekologis yakni bukit dan gunung yang mesti tetap dilindungi. Untuk mempertahankan iklim kota Tasikmalaya yang sejuk.

“Sebab atas verifikasi yang kami lakukan, tahun 95 dengan 2015, pasti yang dikeluhkan masyarakat itu udara semakin panas, dan penyebab tak lain karena hulang pasir tersebut,” ucapnya.

Dia menilai keunikan kota Tasikmalaya yang secara administratif sudah bagian kota namun masih terdapat sawah, perlu juga dipertahankan.

“Sawah boleh dijual namun fungsinya mesti tetap sawah,” tegas Tulus.
Program Kampung Iklim menurutnya, sebuah apresiasi pemerintah atas pemberdayaan yang dilakukan masyarakat. Nantinya, beberapa yang inovatif akan diboyong untuk adptasi nasional langsung ke Istana Negara dan dipertemukan oleh beberapa perusahaan dalam rangka membuka jejaring.

“Diusulkan menjadi salah satu kampung iklim tentu kebanggan besar bagi kami, dan memotivasi untum terus giatkan kebersihan lingkungan. Semoga pemerintah kota bisa mendukung,” harap Ketua Gurun Melati Aep Saepuloh. (Astri Puspitasari)

Komentari

IKLAN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih Penanggungjawab: AS Wibowo
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top