TBM Harus Jadi Labolatorium Belajar

MANGKUBUMI, (KAPOL).- Pentingnya budaya membaca bagi generasi muda terutama anak-anak, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pemuda Sudimara membuka taman baca masyarakat (TBM) Lembah Pustaka di Kampung Sudimara Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

Menurut Sekretaris Pemuda Sudimara, Deni Romdoni, karena dengan membaca merupakan jendela dunia dan minimnya minat baca membuat pemuda lingkungan mengumpulkan buku untuk membuat layaknya perpustakaan mini di kampungnya.

“Hal tersebut memiliki tujuan untuk mendorong pembiasaan anak-anak maupun masyarakat terhadap membaca buku. Selain itu, aktivitas membaca juga digalakan untuk meningkatkan pemberdayaan SDM,” kata Deni, usai melakukan baca buku bareng dengan anak, Senin (11/2/2019).

Meskipun buku yang terkumpul dan ada di TBM yang baru diloncing itu, kata Deni, buku koleksi masih terbilang sedikit dan itupun masih di dominasi oleh buku dongen anak.

“Tapi itu tidak menyurutkan gerakan kita untuk menularkan virus membaca. Dan pola yang kita terapkan lebih menekankan pada pembudayaan membaca nyaring. Hal ini dilakukan untuk membuat kegiatan yang menyenangkan guna melatih kebiasaan mendengar pada anak, meningkatkan kejelasan pelafalan membaca, sekaligus membangun interaksi antar kedua pihak,” ujarnya.

Menurutnya, membaca nyaring dinilai penting untuk membentuk dan menanamkan nilai moral pada anak. Membaca nyaring akan memanfaatkan plastisitas otak anak untuk menyimpan informasi di memori jangka panjang.

Selain mengadakan TBM pemuda Sudimara juga  mengadakan menanam pohon dengan anak-anak, kegiatan tersebut bertujuan untuk penghijauan yang merupakan salah satu bentuk aksi nyata yang dapat mencegah buruknya kondisi lingkungan akibat pemanasan global.

“Karena akibat dari pemanasan global menyebabkan siklus pengantian musim menjadi sulit diprediksi seperti musim kemarau yang menyebabkan kekeringan,” katanya.

Manfaat penghijauan lingkungan ini, kata Deni, diantaranya akan memperbaiki kualitas air tanah, mencegah banjir, mengurangi polusi udara dan masih banyak manfaat lainnya yang menguntungkan bagi masyarakat.

“Harapan kami, semoga kegiatan ini akan menjadi cikal bakal terbentuknya laboratorium belajar di lingkungan Kampung Sudimara,” ujarnya. (Erwin RW)***