Tenaga Honorer Minta SK, Pesimis 2018 CPNS Dibuka

GARUT, (KAPOL).- Sejumlah tenaga honorer di Kabupaten Garut merasa pesimis pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dibuka tahun 2018 ini.

Mereka pun berharap pengangkatan CPNS agar berdasarkan tahapan atau lama bekerja sebagai tenaga honorer.

“Terus terang saja setelah saya membaca berita di kabar priangan bahwa pendaftaran cpns ditangguhkan hati saya galau. Makanya saya pesimis pendaptaran cpns akan dibuka tahun 2018 ini,” kata Entin salah satu guruSD honorer disela mengikuti Jalan Sehat Pemda Garut, Kamis (30/8).

Ia menilai, jika tes atau seleksi CPNS dibatasi dengan kelompok usia maka hal itu tidak adil.

“Ya, kasihan kalau guru atau tenaga honorer yang usianya diatas 35 tahun tidak boleh ikutan seleksi sedangkan masa kerja mereka sudah lama. Makanyaalangkah baiknya jika cpns itu diperuntukan bagi tenaga honorer yang sudah lama mengabdi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fagar Kab. Garut Cecep Kurniadi tetap berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Garut memberikan SK Penugasan sesuaidengan amanat Permendikbud nomor 1 tahum 2018.

“Kami juga meminta kepada DPRD untuk segera mengkoordinasikan dengan pusat supaya memberikan kejelasan tentang sk penugasan seperti kabupaten lain yang telah dilakukan, seperti terdekat daerah kabupaten Tasikmalaya, Purwakarta, Sumedang, dan lainnya yang SK tersebut akan segera dikeluarkan oleh Bupatinya sendiri,” kata Cecep, Kamis (30/8).

Ia menuturkan, jumlah jenjang SD dan SMP dikisaran 8 ribu an. “Ketika kemrin rekan rekan kami yang ikut PPG dan Alhamdulillah lulus untuk mengikuti jenjang berikutnya harus ada legalitas dari daerah artinya harus ada SK.

Terus juga yang belum dapat NUPTK sampai saat ini rekan kami yang pngabdiannya hampir 5 tahun belum dapat NUPTK karena salah satu persyaratannya harus ada SK Bupati tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Cecep, yang sudah tersertifikasi hendak bisa cair karena sama tidak ada SK Bupati.

“Jadi kami mohon ada upaya dikonsultasikan dengan pusat terkait SK Bupati tersebut. Masa dari kabupaten yang lain sudah mengeluarkannya tetapi di Garut hanya akan dan akan, kapan hasilnya. Sumedang, Tasik, Purwakarta sudah, sekarang Kuningan. Kapan Garut bisaseperti itu. Dari pada nunggu pembukaan CPNS lama dan belum tentu mendingan masalah SK Bupati ini yang dituntaskan,” katanya. (Dindin Herdiana)***