Tenaga Honorer UPTD Pendidikan Galau

Bupati : UPT Pendidikan Jangan Panik

GARUT, (KAPOL).- Bupati Garut Rudy Gunawan menegaskan, para kepala Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Pendidikan di Kabupaten Garut, agar bekerja seperti biasa. Termasuk pula dengan staf pegawainya.

“Saya menyarankan agar semuanya bekerja seperti biasa. Jangan merasa panik lah.” kata Bupati seusai meresmikan rumah susun bagi korban banjir bandang sungai Cimanuk di kawasan Kel. Margawati, Kec. Garut Kota, Rabu (8/8/2018).

Namun, kata Bupati, yang pasti Pemerintah Daerah Kabupaten Garut pada ahir tahun 2018 ini akan menghapus UPTD Pendidikan menjadi Koordinator, dan fungsinya sama cuma dia bukan struktural.

“Nanti kan ada Peraturan Bupati atau Perbup. Dan Perbupnya akan saya tandatangani dalam waktu singkat, yang jelas Pemda pada Desember ahir tahun 2018 ini akan menghapuskan uptd pendidikan menjadi koordinator,” ujarnya.

Bupati menyebutkan, dalam aturan nanti akan ada beberapa UPTD yang digabungkan, misalnya wilayah yang kecil-kecildisatukan.

“Kecamatan Cibiuk, Leuwigoong disatukan dengan Kecamatan Cibatu. Nah, seperti itu kira-kira penggabunganya.” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun “KAPOL”, tenaga honorer termasuk PNS yang bertugas di masing-masing kantorUPTD Pendidikan di 42 Kecamatan di Kabupaten Garut belakangan ini galau dengan rencana penghapusan UPTD Pendidikan.

Pasalnya, mereka merasa terancam dengan status pekerjaanya. “Aturan itu kan kewenangan pemerintah. Saya sebagai pekerja tak bisa apa-apa, apalagi saya bukan PNS,” katanya.

Nah, yang menjadi pertanyaan saya dan ratusan rekan saya senasib lainnya mempertanyakan, kalau UPTD dihapus, lantas nasib kami-kami ini bagaimana.

“Kalau statusnya PNS tenag-tenang saja bisa dimutasi, tapi kalau saya bagaimana,” kata honorer UPTD di wilayah Garut Utara. (Dindin Herdiana)***

Komentari