Terjun Langsung, Deputi Direksi Wilayah Jabar Pastikan Kartu JKN-KIS Diterima Peserta

PAMEUNGPEUK, (KAPOL).- Deputi Direksi Wilayah Jawa Barat, Mohammad Edison terjun langsung melakukan spotcheck ke peserta dari segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Hal itu untuk menjamin kepastian kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah diterima oleh peserta JKN-KIS sesuai haknya, di Desa Sirnabakti Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut.

Edison menjelaskan bahwa kegiatan spotcheck ini telah dilakukan dari tahun 2015. Dan terus berlanjut hingga kini sesuai dengan distribusi kartu yang ada untuk peserta PBI APBN.

PBI APBN merupakan peserta JKN-KIS yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat melalui APBN.

“Tujuan spotcheck adalah untuk mengetahui apakah peserta benar sudah menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) sesuai laporan pendistribusian JKN-KIS oleh pihak ketiga,”ungkap Edison.

Selain itu juga, untuk memastikan kesesuaian identitas peserta yang ada di kartu sama dengan yang di kartu keluarga (KK). Lalu yang terpenting juga adalah memastikan kartu peserta tersebut aktif, intinya kami cek keseluruhan terkait kepesertaan PBI APBN ini agar antara masterfile dengan kenyataan di lapangan telah sesuai.

“Alhamdulillah hasil dari spotcheck kali ini, hampir seluruh peserta telah menerima kartu JKN-KISnya” kata Edison.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kabupaten Garut, Rahmanto Fauji menambahkan, jika ada peserta yang belum terima kartu maka akan diproses sesuai dengan prosedur sampai kartu
JKN-KIS dicetak dan diserahkan langsung kepada peserta.

“Namun yang banyak ditemukan justru peserta yang sebenarnya sudah meninggal, namun masih berstatus aktif di masterfile kami. Hal ini disebabkan karena tidak tertibnya peserta melaporkan anggota keluarganya yang telah meninggal atau peserta yang telah keluar dari KK karena sudah menikah,” ungkap Rahmanto.

Temuan spotcheck tersebut langsung ditindaklanjuti dengan perbaikan pada saat itu juga dengan menggunakan MCS. Sesuai dengan persyaratan yang diperlukan, seperti misalnya akta kematian untuk peserta yang sudah meninggal, atau KK terkini.

Hasil kegiatan ini nantinya akan dilaporkan kepada staf kepresidenan untuk menjadi bahan laporan kepada presiden dan akan menjadi acuan terhadap kuota PBI APBN yang nantinya bergerak secara dinamis sesuai dengan data pasti di lapangan.

“Total peserta target untuk spotcheck di Kab Garut adalah sebanyak 1.273 KK dari total jumlah peserta PBI APBN terdaftar sebanyak 1.218.662 jiwa,” kata Rahmanto. (Erwin RW)***