Tiga Rumah Jompo di Bojonggambir Ludes Dilahap Api

BOJONGGAMBIR, (KAPOL).-Sungguh nahas nasib yang menimpa 3 jompo warga kampung Cibagjasari RT 04 RW 07 Desa/Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya. Bagaimana tidak prihatin, sudah sehari-hari hidup susah dan tinggal di rumah gubuk sederhana, kini ketiganya harus kehilangan rumah tersayang yang sehari-hari mereka tempati.

Hal tersebut setelah musibah kebakaran melalap dan meluluh lantahkan rumah panggung ketiganya pada Rabu (12/6/2019) dini hari sekitar pukul 02.00 wib. Sehingga kini para jompo tersebut Ki Musa (76), Ne Misnah (90) dan Ma Ukamah (72), harus menumpang hidup ke rumah tetangga dan sanak saudaranya.

Dari keterangan yang dihimpun KP, musibah kebakaan ini terjadi ketika para jompo ini sedang terlelap tidur. Sumber api diduga dari arah dapur rumah Musa yang kemungkinan akibat lupa mematikan tungku memasak. Material bangunan yang kebanyakan terdiri dari kayu dan bambu membuat kobaran api cepat merembet dan melahap seluruh bangunan. Kobaran api terus membesar dan membakar dua rumah disampingnya.

“Jadi total 3 rumah yang ludes dalam musibah kebakaran di kampung Cibagjasari. Tidak ada yang tersisa, termasuk seluruh barang yang ada di dalamnya. Untungnya tidak sampai jatuh korban jiwa,” papar Camat Bojonggambir Tatang Rahayu, yang menyempatkan diri menjenguk para korban kebakaran.

Kobaran api pertama kali diketahui oleh Musa dan Istrinya. Mereka merasakan udara panas di dalam rumah hingga terbangun dari tidurnya. Namun alangkah terkejutnya manakala melihat hampir separuh rumahnya telah dikepung api. Mereka pun berlari keluar rumah dan berteriak meminta bantuan dari warga.

Sejumlah warga akhirnya berdatangan dan meyaksikan pemandangan mengerikan. Dimana kobaran api begitu besar dan hampir menghabiskan selutuh bangunan rumah musa. Suasa dramatis terjadi manakala warga mengetahui kedua wanita jompo, Ne Misnah (90) dan Ma Ukamah (72) masih berada di rumah mereka. Sementara api mulai merembet membakar rumah keduanya.

Dengan sigap warga mendobrak pintu rumah kedua jompo ini dan memboyongnya keluar dari kamar mereka. Keduanya memang sulit untuk beraktivitas, selain sudah tua juga mereka mengalami kelumpuhan dan buta. Setelah terselamatkan para jompo inipun ditampung di rumah sanak saudaranya.

Akan tetapi warga tidak mampu memadamkan kobaran api dan hanya dalam hitungan kurang dari 2 jam semuanya hangus luluhlantah. Tidak adanya sumber air membuat warga kesukitan memadamkan api. Sedangkan lokasi yang jauh pun tidak memungkinkan terjangkau oleh pemadam kebakaran.

“Jadi kami himbau agar warga lebih waspada dan hati-hati dalam memadamkan tungku perapian di rumah. Pastikan benar-benar padam, agar tidak jadi sumber musibah,” tambah Tatang, sembari menyerahkan bantuan sembako dan pakaian layak kepada para jompo korban kebakaran ini. (Aris Mohamad F/jalal)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...