Tukang Cireng Cabuli Anak di Bawah Umur

GARUT, (KAPOL).- Tak sanggup menahan hawa nafsu, seorang penjual cireng nekad mencabuli anak di bawah umur.

Akibatnya kini kakek warga Kampung Cibojong, Desa Mekarsari, Kecamatan Cilawu ini harus berurusan dengan hukum.

Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Budi Satria Wiguna didampingi Kasatreskrim Ajun Komisaris Aulia Djabar mengungkapkan, pihaknya telah berhasil meringkus tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial A (54).

Adapun korban pencabulan yakni DMD (12) yang juga masih tetangga dekat tersangka.

“Tak hanya tetanggaan, selama ini korban pun tak jarang belajar mengaji pada tersangka. Namun rupanya tersangka tak kuat menahan nafsu birahinya melihat tubuh korban yang walaupun usinya masih anak-anak tapi berbadan bongsor ini,” ujar Budi saat menggelar ekspos di Mapolres Garut, Rabu (21/3/2018).

Budi menjelaskan, kasus pencabulan ini terungkap berawal dari kecurigaan orang tua korban yang melihat anaknya membawa uang sebesar Rp 20 ribu.

Padahal selama ini orang tuanya tak pernah memberikan uang jajan sebesar itu kepada korban.

Orang tua korban pun, tuturnya, kemudian menanyakan kepada korban dari mana mendapatkan uang sebesar itu.

Pada akhirnya korban mengatakan jika uang itu pemberian dari A, yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual cireng dan juga sering mengajarinya mengaji.

Karena curiga, orang tua korban kemudian mendesak anaknya tentang apa yang telah dilakukan A terhadapnya sehingga mau memberikan uang kepadanya.

“Jawaban dari korban tentu saja sangat mengagetkan orang tuanya. Korban mengaku telah diperlakukan tak senonoh oleh tersangka yang juga sering mengajarinya mengaji. Merasa tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, orang tua korban pun kemudian melaporkan hal itu kepada polisi,” katanya.

Berdasarkan laporan orang tua korban, tambah Budi, pihaknya kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka. Korban ditangkap beberapa hari lalu di rumahnya tanpa melakukan perlawanan.

Dikatakan Budi, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, tersangka mengakui telah empat kali melakukan perbuatan cabul terhadap korban.

Setiap kali selesai melakukan perbuatan cabulnya, tersangka selalu memberi uang kepada korban dengan besaran berpariasi mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 20 ribu dengan tujuan untuk menutup mulut korban agar tak mengatakan apa yang telah dilakukannya kepada orang lain.

Diterangkannya, modusnya, tersangka mengajak main korban ke rumahnya. Saat berada di rumah tersangka itulah tersangka tak tahan melihat tubuh korban yang sudah mulai mekar
karena memang tubuh korban ini terbilang bongsor.

“Melihat tubuh korban yang seperti orang dewasa, tersangka mulai tergoda untuk meraba payudara dan kemaluan korban. Karena memang masih lugu, korban pun diam saja ketika diperlakukan seperti itu oleh tersangka,” ucap Budi.

Menurut Budi, saat diperiksa, tersangka mengakui dirinya tidak sampai menggauli korban. Dia ngakunya hanya meraba-raba beberapa bagian tubuh korban serta menggesek-gesekan alat vitalnya ke kemaluan korban.

Namun untuk memastikannya, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum, apakah korban disetubuhi atau tidak.

Kasatreskrim Polres Garut, Ajun Komisaris Aulia Djabar menambahkan jika hasil dari pemeriksaan kondisi psikologis tersangka dalam keadaan sehat.

Ia mengakui perbuatannya tersebut dilakukan karena khilaf akibat tergoda melihat kemolekan tubuh korban yang sebenarnya masih anak-anak.

Masih menurut Aulia, tersangka dijerat pasal 76 E jo pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun.

Namun karena pelaku merupakan orang dekat korban yang juga sering mengajarinya mengaji, kemungkinan hukumannya akan ditambah sepertiga.

Dalam posisinya sebagai guru mengaji, seharusnya pelaku melindungi korban, bukan malah mencabulinya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bpotong sweater lengan panjang berwarna merah, satu potong kaos lengan pendek berwarna merah, satu potong celana panjang berwarna merah, satu potong celana pendek warna merah dan satu buah bra berwarna merah. Semua barang tersebut milik korban. (Aep Hendy S)***