Turnamen Sepakbola Meriakan Hari Jadi Ke-34 Desa Neglasari

Dikhawatirkan Ada "Penumpang Gelap"

BANJAR, (KAPOL).- Pemerintah Desa Neglasari bersama Karang Taruna Desa Neglasari “Gita Muda” menggelar open turnamen sepakbola kelahiran April 2005 (U13) di Lapang Sepakbola Ekadaya di Dusun Warungbuah, Desa Neglasari, Kec/Kota Banjar, selama dua hari dan final, Minggu (15/4/2018).

Pertandingan sepakbola ini sempat dikhawatirkan ada pihak yang mempolitisir seiring pelaksanaanya itu digelar bersamaan ada tahun politik 2018 ini.

Dikatakan Kepala Desa Neglasari, Setiaman didampingi Ketua Karangtaruna Neglasari, Asep Safurrohmat (Apep), kemarin.

“Direncanakan even lebih meriah digelar kembali setelah Pilkada serentak 2018 mendatang, dengan momen yang berbeda. Misal, memeriahkan Hari Proklamasi tahun 2018,”ujar Setiaman, disela-sela nonton final sepakbola kepada “KAPOL”.

Dijelaskan dia, pertandingan sepakbola ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-34 Desa Neglasari.

Kendati itu, pihaknya merasa khawatir pada tahun demokrasi ini “penumpang gelap”.

“Alhamdullillah lancar. Ini open turnamen sepakbola pertama pada momen Hari Jadi Neglasari. Diharapkan berkelanjutan dan menjadi agenda rutin tahunan di masa mendatang. Itu semua sangat tergantung dukungan masyarakat dan ketersediaan anggaran nantinya,” ujar Setiaman.

Ketua Karangtaruna Neglasari, Asep Safurrohmat (Apep), menyatakan, pertandingan sepakbola ini diikuti 16 tim kesebelasan dari Kota Banjar, Kab. Ciamis dan sejumlah Tim dari Provinsi Jateng.

“Juara pertama dimenangkan Kesebelasan Mer C Majenang, Jateng dan juara kedua diraih kesebelasan Husada RSU Banjar, dengan skor 2 – 0 dan dimenangkan Tim Majenang. Masing-masing juara mendapatkan penghargaan piala dan uang pembinaan,” ucap Apep.

Open turnamen ini, dikatakan dia, selain dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Neglasari ke-34 Tahun 2018, juga sebagai upaya pencarian bakat anak berprestasi di bidang sepakbola.

Adapun yang dijadikan syarat pemain itu, dikatakan dia, diharuskan seluruh pemain memperlihatkan akta kelahiran dan bukti buku raport di sekolah.

“Seluruh pemain diwajibkan kelahiran April 2005 atau maksimal berusia 13 tahun,” katanya.

Pertandingan sepabola 16 tim kesebelasan ini sempat menjadi tontonan yang menarik dan menghibur ratusan masyarakat warga sekitar.

Sorak sorai penonton sampai bergemuruh, ketika para pemain berpostur cilik rebutan bola.

Permainan sepakbola ini berlangsung ketat, saling serang satu sama lainnya.

Tak sedikit pelanggaran diperingatkan wasit dengan meniupkan peluit.

Selama dua hari pertandingan sepakbola open turnamen di Lapang Ekadaya, Dusun Warungbuah, Desa Neglasari, Kec/Kota Banjar berlangsung lancar, aman dan tertib. (D.Iwan)***

Komentari