UMKM Kota Banjar Terima Hibah

BANJAR, (KAPOL).- UMKM dari Kota Banjar tampaknya sumringah, karena dari beberapa proposal pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Banjar untuk pertama kalinya mendapat modal usaha sebesar Rp 10 juta hingga Rp 13 juta.

Bantuan melalui pemerintah tersebut berupa modal bagi wirausaha pemula tahun 2018, lewat Kementrian Koperasi dan UKM.

Dikatakan Kabid koperasi dan UKM, Neneng Widya Hastuti, S.Sos.,M.Si, mewakili Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP), Kota Banjar, H. Saifuddin, A.Ks M.Kes, sebelas UMKM dari berbagai jenis dan kegiatan tersebut akan mendapatkan bantuan langsung uang tunai yang diterima langsung oleh UMKM sendiri lewat rekening Bank masing-masing.

“Sebetulnya yang mengajukan banyak, akan tetapi terkendala dengan persyaratan dari kementrian KUKM. Dari 14 yang lolos administrasi persyaratan, 11 UMKM lolos verifikasi pihak kementrian, sehingga mereka dinyatakan layak mendapat bantuan dan melaksanakan pemberkasan pada tanggal 13 September 2018, kemarin, dipimpin langsung oleh kementrian, dan pencairannya lewat rekening masing-masing, kami hanya memfasilitasinya saja,” ungkap Neneng, saat dihubungi di ruangannya, Jl. Brigjen M. Isya, Purwaharja, Kota Banjar, Jumat, (14/09/2018).

Menurutnya, pengajuan tersebut melewati berbagai persyaratan, diantarnya UMKM binaan dinas yang produktif, memiliki sertifikat pembekalan kewirausahaan paling lama 2 tahun, rintisan usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan, dll.
Neneng berharap dengan adanya bantuan tersebut, bisa memaksimalkan potensi para UMKM untuk mendongkrak perekonomian di Kota Banjar ataupun meningkatkan taraf hidup para pelaku usaha itu sendiri.

“Meski itu uang hibah, laporan keuangannya harus dipertanggung jawabkan dengan benar-benar, jangan sampai digunakan dengan hal yang tidak sesuai dengan pengajuan. Kami juga terus memantau, dan 6 bulan 1 kali mereka harus melaporkan hasil usahanya kepada kami yang kemudian dilanjutkan ke Kementrian KUKM, dan untuk pencairannya dipastikan 1 bulan dari sekarang,” kata Neneng.

Dari 11 UMKM yang menerima bantuan tersebut diantaranya berjenis usaha makanan olahan seperti keripik pisang, keripik telur asin yang dikemas, cake/roti, gula aren, kopi luwak asli yang dikemas, mie lidi, produk kerajinan, serta yang lainnya.

Teten Suryadi, warga Lingkungan Sukarame, Mekarsari, Kec/ Kota Banjar, yang memiliki usaha bidang makanan olahan mengaku senang dengan adanya bantuan tersebut, pasalnya dengan adanya modal tambahan, bisa membuka lapak bisnisnya tersebut semakin luas.

“Alhamdulillah baru pertama kali saya menerima bantuan seperti ini, tentunya kami akan mempergunakan sebaik mungkin, dan akan memproduksi lebih banyak lagi,” ujarnya. (Agus Berrie)***

Komentari