Usai Dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Dicegat Ribuan Masyarakat

CIAMIS.(KAPOL).-Setelah dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Ciamis periode 2019-2024 Herdiat Sunarya dan Yana D Putra (HY) langsung pulang ke Ciamis. Kedatangan keduanya langsung disambut antusias oleh ribuan masyarakat.

Bahkan sebelum sampai di Pendopo pukul 16.00 WIB, pasangan HY ini langsung dicegat oleh warga Tatar Galuh. Yang sejak Sabtu (20/4/2019) siang sudah berkumpul disepanjang jalan Jendral Sudirman hingga menuju Pendopo Bupati Ciamis.

Antusiasme masyarakat ini bukannya tanpa alasan. Sejak ditetapkan menjadi Bupati terpilih, sampai pelantikan harus menunggu sampai 10 bulan. Kemudian adanya penundaan pelantikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dari jadwal semula 7 April 2019.

Setelah dicegat, Bupati Ciamis Herdiat didampingi Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra langsung turun dari mobil. Kemudian berjalan sambil bersalaman dengan warga yang sudah berjajar di pinggir jalan hingga Pendopo.

Di halaman Pendopo, disambut dengan shalawat dan kesenian ginjring ronyok. Selanjutnya dilaksanakan upacara penyambutan dan ucapan selamat dari para tokoh dan pejabat di Ciamis.

“Alhamdulillah, Ciamis sudah punya Bupati baru, sengaja datang ke Pendopo selain sebagai relawan juga ingin mengucapkan selamat kepada beliau, meski hanya bisa bersalaman singkat, nunggu lumayan lama sejak siang,” ujar salah seorang warga Ciamis Rosmiati.

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengucapkan terimakasih kepada simpatisan dan relawan serta warga Ciamis. Tanpa perjuangan dan pengorbanan semua pihak, Herdiat dan Yana tak akan berdiri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ciamis.

“Kemenangan Herdiat-Yana adalah kemenangan warga ciamis. Hari ini perjuangan kita dimulai 5 tahun ke depan kita berjuang bersama-sama, kita tata dan bangun ciamis lebih baik dan maju, masyarakatnya lebih sejahtera,” ucapnya.

Herdiat mengatakan siap menjalankan amanat dari Gubernur Jabar. Pihaknya akan mengutamakan program-program pelayanan kepada masyarakat.

“Siap berjuang. Semua (amanat gubernur) harus dilakukan karena prioritas. Insyaallah akan berjuang. Program 100 hari kerja itu sebetulnya tidak ada dalam undang-undang. Tapi sebagai motivasi, ada program-program yang diunggulkan. Paling utama kami akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Paling tidak ada perubahan menuju yang lebih baik,” katanya.(Yogi T Nugraha)***

Diskusikan di Facebook