Warga Garut Kota Mengeluh Soal KTP

GARUT, (KAPOL).- Masyarakat pemohon KTP Elektronik (e-KTP) di Kecamatan Tarogong Kidul, Garut Kota, dan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut mengeluh.

Pasalnya, di tiga Kantor Kecamatan tersebut tak lagi melayani percetakan e-KTP.

“Jengkel, sudah satu tahun lebih, perekaman juga sudah dua kali. Tapi sampai saat ini KTP belum juga beres. Isuk sore isuk sore wae. Kemarin saya kesini lagi, eh katanya mesin cetaknya juga sudah ditarik lagi ke Capil,” kata Ate Rustandi (44) warga Jalan Gunung Putri, Garut Kota.

Camat Garut Kota, Bambang Hadid membenarkan, mesin cetak yang biasa dipergunakan di kecamatan sudah ditarik lagi oleh pihak Disdukcapil.

“Saya juga tidak tahu apa alasanya. Ya jelas sangat disesalkan. Apalagi masih ada sekitar 200 an pemohon yang sudah terdaftar tetapi belum beres,” katanya.

Senada diungkapkan camat Tarogong Kaler Aep Saepurohman, dan camat Tarogong Kidul Hj. Lilis Netti.

“Kalau di Tarogong Kidul masih ada sekitar 250 pemohon yang belum diselesaikan. Aneh juga kenapa mesin cetak malah diambil,” kata Lilis didampingi Aep Saepurohman disela-sela mengikuti acara penyambutan Kirab Api Asian Games, Minggu (12/8).

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kab. Garut, Hj. Rina Siti Sobariah menjelaskan, alasan pihaknya menarik mesin cetak e-KTP itu karena masih banyaknya warga di tiga Kecamatan tersebut yang tetap mengajukan percetakan langsung ke Kantor Disdukcapil.

“Masyarakat di tiga kecamatan itu mestinya tidak usah datang ke kami (Kantor Disdukcapil), tapi nyatanya tetap ke kami. Kita mau komitmen lagi dengan Kecamatan, mau seperti apa. Kalau Kecamatan mau menerima masyarakatnya Ya kita kembalikan lagi,” kata Rina. Ia juga membantah kalau disebutkan tidak ada Blangko e-KTP.

“Siapa bilang ?. Blangko e-KTP ada. Yang tidak ada itu ribonnya (Tinta). Saat ini percetakan untuk e-KTP masih terkendala ketidaksediaan Rebon ,” ucapnya.

Ia menuturkan, sekarang ini pihaknya tengah melakukan pengajuan untuk pengadaan tinta cetak e-KTP.

“Mudah-mudahan dalam anggaran perubahan bisa direalisasikan. Harganya cukup mahal, satu tube itu harganya Rp 3,5 juta, satu tube bisa untuk cetak 300 sampai 500 e-KTP. Kita minta 50 tube dulu,” kata Rina. (Dindin Herdiana)***

Komentari