Warga Kampung Babakan Panjang Kesulitan Air Bersih

Polres Garut Berikan Bantuan Air Bersih

CIBATU, (KAPOL).- Sejak dua bulan terakhir, warga Kampung Babakan Panjang, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, dilanda kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi seperti ini selalu terjadi setiap kali musim kemarau.

“Sudah selama dua bulan ini kami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kalau untuk mencuci atau mandi, masih bisa dilakukan di Sungai Cimanuk tapi untuk kebutuhan air minum atau memasak sudah sangat sulit,” ujar Wanah (70), warga Kampung Babakan Panjang, Selasa (7/8/2018).

Kondisi seperti ini diakui Wanah tentu saja sangat menyulitkannya. Apalagi kini usianya sudah tak muda lagi sehingga sangat repot ketika harus mencari air ke tempat yang cukup jauh.

Yang lebih merepotkan lagi, tuturnya, hal seperti ini selalu terjadi sejak dulu manakala musim kemarau melanda.

Sepertinya tak pernah ada solusi yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah ini.
Keluhan senada juga diungkapkan Rusmiti (60), warga lainnya.

Diungkapkannya, kalau musim hujan di dekat rumahnya masih ada sumur yang bisa diambil airnya untuk kebuetuhan sehari-hari begitupun mencuci dan mandi.

Namun setiap kali musim kemarau melanda, air dari sumur sudah tidak ada lagi sehingga dirinya terpaksa harus mau mencari ke tempat lain.

“Kalau untuk mandi dan mencuci pakaian atau perlatan dapur, masih bisa menggunakan air Sungai Cimanuk meskipun kita terlebih dahulu harus menempuh turunan dan tanjakan yang cukup curam. Namun yang menjadi masalah adalah mencari air untuk kebutuhan minum dan memasak yang tentunya tak bisa menggunakan air dari Sungai Cimanuk yang sudah kotor,” kata Rusmiti.

Baik Wanah maupun Rusmiti, berharap ada solusi terbaik dari pemerintah untuk mengatasi masalah kesulitan air bersih yang secara rutin dialami warga Kampung Babakan Panjang setiap tahunnya.

Selama ini memang selalu ada bantuan berupa pendistyribusian air bersih tapi itu sangat terbatas dan hanya terjadi dua-tiga kali dalam sebulan.

Camat Cibatu, Sardiman Tanjung, menyebutkan jika sebagian besar daerah di wilayah Kecamatan Cibatu merupakan langganan rawan air bersih setiap kali musim kemarau.

Selama ini pemerintah sudah berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut tapi belum berhasil.

Menurutnya, upaya pembuatan sumur bor sudah dilakukan berulangkali akan tetapi selalu gagal. Air tak pernah keluar karena memang berdasarkan hasil penelitian BBWS, tidak ada titik air di daerah Cibatu.

“Kalaupun dilakukan upaya lain berupa pipanisasi, itu juga tidak akan epektif. jauhnya sumber air yang ada, akan mengakibatkan air tidak akan sampai secara maksimal ke daerah yang selama ini selalu dilanda rawan air,” ucap Tanjung.

Dijelaskannya, dari 11 desa yang ada di wilayah Kecamatan Cibatu, hanya beberapa daerah saja yang kondisi ketersediaan stok air bersihnya baik selama musim kemarau.

Sebagian besar justeru merupakan daerah tadah hujan yang sangat rentan terhadap ketersediaan air ketika musim kemarau.

Desa Kertajaya, tambah Tanjung, merupakan salah satu desa di Cibatu yang rawan kekeringan pada musim kemarau sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Hal ini sudah berlangsung sejak dulu dan sulit untuk diantisipasi.

“Kami sudah laporkan ke Pemerintah Kabupaten Garut melalui BPBD terkait banyaknya daerah yang mulai dilanda kerawanan air bersih di wilayah Kecamatan Cibatu ini. Selama ini, penanganannya paling sebatas pemberian bantuan air bersih karena program lain sangat sulit,” katanya.

Polres Garut Berikan Bantuan Air Bersih

Untuk menanggulangi masalah kesulitan air bersih yang dialami warga Kampung Babakan Panjang, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu ini, Polres Garut memberikan bantuan berupa air bersih sebanayk dua tangki.

Pemberian bantuan tersebut disampaikan langsung Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Budi Satria Wiguna bersama sejumlah pejabat di lingkungan Polres Garut, Selasa (7/8/2018).

Budi menyampaikan, pemberian bantuan air bersih itu sebagai bentuk kepedulian Polres Garut untuk warga yang dilanda kesulitan air bersih.

Diharapkan, bantuan tersebut bisa mengurangi kesulitan warga.

“Kami menyadari benar bagaimana pentingnya peranan air dalam kehidupan. Air mempunyai pernanan yang sangat vital sehingga jika sudah sulit didapatkan, tentu akan snagat merepotkan warga,” ujar Budi yang ditemui di sela kegiatan pembagian air bersih kepada warga Kampung Babakan Panjang, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi masyarakat Garut yang saat ini dilanda kesulitan mendapatkan air bersih.

Oleh karenanya, pihaknya berinisiatif untuk memberikan bantuan air bersih ke setiap daerah yang mulai terkena dampak kekeringan.

“dari laporanyang kami terima, sudah banyak daerah di Garut yang mulai merasakan dampak dari kekeringan akibat kemarau. Kita akan mencoba memberikan bantuan air bersih dan kita juga akan menggandeng pihak lain dalam hal penyediaannya,” ucapnya.

Selain air bersih, tambah Budi, pihaknya juga memberikan bantuan sembako kepada warga Kampung Babakan Panjang. (Aep Hendy S)***

Komentari