Warga Limbangan Persoalkan HJG ke-206

GARUT, (KAPOL).- Masyarakat Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut, mempertanyakan kegiatan Hari Jadi Garut (HJG) Ke 206 ini.

Pasalnya, kegiatan HJG Tahun 2019 ini terpusat hanya dikawasan Perkotaan Garut saja, sedangkan di Bl. Limbangan nyaris tak ada kegiatan sama sekali.

Padahal berdirinya Kabupaten Garut ada kaitan sejarah dengan Limbangan.

Tokoh Kecamatan Bl. Limbangan, H. Holil Aksan Umar Zein menceritakan, dulu tidak ada Kabupaten Garut, karena yang ada hanya nama Kabupaten Limbangan.

Selanjutnya sejarah berubah dan berpindah yang ahirnya dari Kabupaten Limbangan menjadi Kabupaten Garut.

“Sebelumnya di setiap HJG selalu ada kegiatan napak tilas dari Limbangan berjalan kaki ke Kecamatan Garut Kota. Hadiah nya pun menggiurkan. Bahkan napak tilas selalu diikuti ribuan peserta. Tapi sekarang sangat disayangkan Bupati Garut tidak menganggap penting napak tilas Limbangan Garut yang melambangkan sejarah perpindahan Kabupaten Limbangan ke Garut dan perubahan nama Kabupaten Limbangan menjadi Kabupaten Garut,” kata Holil.

Menurut dia, dengan tidak adanya acara napak tilas atau kegitan central yang menjadi bagian dari Hari Jadi Garut itu, menunjukan semakin kuatnya indikasi
Bupati Garut melupakan bahkan terkucilkannya Limbangan dari posisi penting sejarah Garut.

“Dan pengucilan dalam arti luas,” ucapnya. Holil berharap, setiap memperingati HJG mestinya kegiatan tersebut salah satunya dilaksanakan di Limbangan.

“Pertama untuk mengenang, dan sekaligus mengingatkan sejarah bagi generasi muda yang belum tahu tentang sejarah berdirinya Kabupaten Garut. Bahkan tugu perjuangannya pun masih berdiri kokoh di Alun-Alun Limbangan meskipun tidak terurus,” ujarnya.

Senada diungkapkan sejumlah warga lainnya. Mereka menilai, Pemerintah Kabupaten Garut sudah melupakan sejarah lahirnya Kabupaten Garut.

“Cikal bakal Kabupaten Garut berawal dari Kecamatan Limbangan. Apakah Pemerintah lupa dengan titik awal keberangkatan Kabupaten Garut,” ujarnya.

Warga menganggap, Limbangan sudah mulai dilupakan. Buktinya saja, kegiatan napak tilas
yang startnya dari Alun-alun Limbangan dengan finish di Alun-alun Pendopo Garut sudah lama tidak dilaksanakan.

“Napak tilas Limbangan-Garut merupakan salah satu¬†kegiatan mengenangnya lahirnya hari jadi Garut. Napak tilas tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Jangan kan acara, tugu saja dibiarkan kumuh,” kata Agus Hasan (59) warga Kampung/Desa Limbangan Barat.

Sebagaimana diketahui, dari 125 even HJG yang diagendakan Disbudpar Garut, dari Januari hingga Desember 2019.

Tak ada satu pun kegiatan di Kecamatan Limbangan, termasuk kegaiatan napak tilas pun tak ada dalam agenda tersebut. (Dindin Herdiana)***