IKLAN
HUKUM

Warga Pagerageung Simpan Ribuan Butir Pil PCC

IMAM MUDOFAR/"KAPOL"*

TASIKMALAYA, (KAPOL).-Pascapenggerebegan pabrik pembuat obat terlarang Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) di Kota Semarang, Jawa Tengah oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), salah satu tersangka utama itu diketahui bernama Sri Anggono.

Di KTPnya, Anggono tercatat sebagai warga Kampung Balananjer, Desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.

BNN Kota Tasikmalaya langsung melakukan penggeledahan rumah tersangka utama di Kampung Balananjer, Desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (5/12/2017).

Petugas dari BNN langsung memasuki rumah mewah itu. Dalam penggeledahan itu, BNN Kota Tasikmalaya mengamankan ribuan butir pil yang diduga PCC, rekening koran, dan surat-surat lainnya.

Menurut informasi, katanya penggeledahan itu pengembangan dari penggerebegan pabrik pil PCC di Kota Semarang. Ditemukan barang bukti berupa ribuan butir pil yang diduga PCC.

Sementara itu, istri Anggono yang sedang hamil 7 bulan terlihat shok dengan kabar ditangkap suaminya. Bahkan, ketika ada petugas datang dia meminta waktu kepada petugas untuk mengamankan dulu anak-anaknya ke dalam kamar.

Dia juga mempersilahkan kepada petugas untuk melakukan penggeledahan seperlunya, meski diakui dirinya tidak tahu menahu apa yang dilakukan suaminya.

Dia mengaku selama menjalin rumah tangga dengan suaminya tidak mengetahui pekerjaan suaminya, apalagi keterkaitan dengan pil PCC. Pasalnya, yang dia tahu suaminya sebagai pedagang jamu di Kota Semarang.

Bahkan selama menjalin rumah tangga, suaminya tidak pernah mengajak dirinya ke Semarang dan memperlihatkan usahanya. Kalau pun ke daerah Jawa yakni Solo, untuk menjenguk anaknya yang dipesantrenkan.

Untuk itu dia berharap kepada petugas jangan membawa-bawa dirinya yang tidak tahu menahu kesalahan suaminya, apalagi anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Namun dia akan bersedia untuk memberikan keterangan terkait suaminya sesuai yang diketahuinya.

“Jangan bawa-bawa saya, karena saya tidak tahu menahu terkait kesalahan suami saya. Yang saya tahu suami saya sebagai pedagang jamu,” ucap dia yang namanya minta tidak dikorankan.

Menurutnya, saat perkenalan dengan suaminya dulu memang lagi jualan jamu. Dia orangnya ulet dan penuh tanggung jawab terhadap profesinya. Begitu pun di keluarga, penuh tanggung jawab selalu memerhatikan keluarga terutama anak-anak.

Namun tiba-tiba, saat ini dikabarkan terlibat dalam pabrik pil PCC itu sama sekali tidak tahu dan sejak kapan, ungkapnya.

Sementara itu, dari pantauan di rumahnya terlihat sejumlah foto keluarga dan foto Anggono. Namun ada sebuah foto yang mencolok, yakni terlihat Anggono berfoto dengan seorang perwira tinggi polisi di Mabes Polri. (Ema Rohima/Imam Mudofar)***

Komentari

IKLAN
IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih Penanggungjawab: AS Wibowo
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top