Waroeng Kopi Boehoen, Terinspirasi di Rumah Sakit

Bagi para pecinta kopi di wilayah Sumedang Kota, mungkin sudah tidak akan asing dengan nama Waroeng Kopi Boehoen yang terletak di Jalan Mayor Abdurahman Nomor 138.

Kafe sederhana yang menyajikan beragam jenis kopi ini, sekarang telah menjadi salah satu tempat paporit bagi para pecinta kopi di Kawasan Sumedang Kota.

Namun dibalik semua itu, mungkin tidak banyak yang tahu awal mula waroeng kopi tersebut didirikan oleh Hernawan Safari, sang owner yang juga Barista di Waroeng Kopi Boehoen.

Menurut penuturan Hernawan, bangunan yang kini dijadikan Waroeng Kopi Boehoen tersebut dulunya merupakan Rumah Makan Tahu Sindang Sari.

Inspirasi bisnis kopi itu sendiri, kata Kang Ador panggilan akrab Hernawan Safari, sebenarnya muncul pada saat dirinya sedang menunggu Ibunya dirawat di Rumah Sakit Paru Dr HA Rotinsulu.

Kala itu, dia masih bisnis tahu dan bengkel kontruksi, namun karena Ibunda tercintanya sakit keras, dia pun memutuskan untuk istirahat dari bisnisnya dan lebih memilih fokus untuk menunggu ibunya di rumah sakit.

“Sewaktu saya menunggu di rumah sakit, kan tidak banyak aktifitas. Daripada suntuk, saya pun iseng buka-buka youtube di laptop. Dan kebetulan yang muncul itu banyak video tentang kopi,” kata Kang Ador.

Berawal dari itu, dia pun akhirnya menjadi penasaran untuk mencari tahu lebih dalam tentang kopi.

Terlebih, kata dia, saat ini bisnis kopi dinilai cukup menggiurkan ditengah makin banyak para pecinta kopi.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, ayah tiga anak ini pun akhirnya memutuskan untuk menghentikan usaha-usaha yang sedang ditekuninya tersebut, dan beralih ke bisnis kopi yang menurut dia custamer kopi ini kebanyakan warga lokal.

“Saat itu kan saya sedang bisnis tahu dan bengkel kontruksi. Kedua bisnis ini custamer-nya kebanyakan dari luar, beda dengan kopi yang mayoritas banyak dari Sumedang,” ujarnya.

Berangkat dari pertimbangan itu, maka pada pertengahan tahun 2017 dia mencoba untuk membuka kedai kopi sederhana yang diberi nama “Waroeng Kopi Boehoen”.

Pada awal dibuka memang belum begitu ramai didatangi pengunjung, namun seiring berjalannya waktu, waroeng kopi ini ternyata makin banyak diminati oleh para pecinta kopi lokal.

Sampai akhirnya, Waroeng Kopi Boehoen itu berhasil menjadi salah satu ikon wisata kuliner di Sumedang.

Bahkan Sang Barista di Waroeng Kopi Boeheon ini pun dianggap telah berhasil mengedukasi para penikmat kopi yang datang ke tempatnya.

Karena sebagai Barista, dia mampu menyediakan kopi disertai proses penyajiannya yang lebih detail.

Mulai dari penyajian biji kopi hasil roasting, penyeduhan, hingga bisa dinikmati para pelanggannya.

Bahkan uniknya, keberadaan Waroeng Kopi Boehoen ini sekarang tenyata mampu mengangkat kopi-kopi lokal Sumedang, seperti kopi Rancakalong dan Margawindu, menjadi kopi yang populer bagi para pecinta kopi.

“Untuk kopi lokal, saya dapat kopi ini langsung dari petani dan pengepul. Sementara untuk kopi luar, saya mendapatkannya dari online. Saya sendiri memang lebih mengedepankan kopi lokal supaya bisa terangkat namannya,” ujarnya. (Taufik Rochman)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...